RADAR BOGOR - IPB University bersama sejumlah peneliti Internasional kembali menggelar International Conference on Biomass and Bioenergy atau ICBB pada Senin (5/8/2024).
Acara yang berlangsung di International IPB Convention Center (IICC), Mal Botani Square ini, merupakan ICBB yang ke-9.
Kepala Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB University, Meika Syahbana Rusli menerangkan ICBB membahas tentang kemajuan penelitian soal ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memanfaatkan bioenergi dan biomassa.
Penelitian ini merupakan bagian dari misi besar para peneliti yakni menurunkan emisi rumah kaca melalui peningkatan jumlah energi yang berasal dari biomassa.
"Supaya energi bio itu bisa diimplementasikan tebtu memerlukan riset dan teknologi. Ini yang dilakukan akademisi dari perguruan tinggi di lembaga penelitian. Di sini kami pertukarkan perkembangan riset kita masing-masing. Sebagian ada yang masih tahap awal dan ada juga yang sudah siap diimplementasikan dan ini kami rekomendasikan ke pemerintah untuk dijadikan kebijakan," ujarnya kepada Radar Bogor.
Setelah berjalan 9 tahun lamanya, Meika menyebut ICBB ini sudah banyak menghasilkan berubahan dan membawa manfaat penurunan emisi di Indonesia.
Misalnya produksi biodisel dari kelapa sawit yakni B35 yang dapat menurunkan emisi besar, bersifat ramah lingkungan, menyerap karbon, hingga mensubtitusi sampai 35 persen solar yang dipakai selama ini.
"Baru-baru ini ada perkembangan bioaftur untuk bahan bakar pesawat. Kemudian ada bioetanol yang mempunyai potensi subtitusi pertamax yang akhirnya dikenal dengan pertamax green," terangnya.
Konfrensi ini diikuti 200 peserta secara hybrid. Meika menyebut terdapat 60 penelitian (mewakili 6 negara) yang dipresentasikan dalam kesempatan tersebut.
Konfrensi ini pun juga diisi dengan pemaparan materi oleh pembicara mancanegara di antaranta dari Jepang, Malaysia, Australia, Amerika, Turki, Nigeria, Filipina. (fat)
Editor : Yosep Awaludin