RADAR BOGOR - Golok terbungkus warangka terbalut kain putih merupakan golok yang digunakan pejuang asal Parung, Kabupaten Bogor. Haji Mawi.
Golok itu kini ada di tangan cucunya. Dirawat dan dijaga di rumahnya di Kampung Bojong Indah, Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
"Peninggalan Haji Mawi, lengkap dengan batu asahnya. Ada dua golok peninggalan ini," kata Cucu Haji Mawi, Abdul Barokah, kepada Radar Bogor.
Pria mengenakan kaos abu dengan sarung merah bermotif kotak hitam itu menceritakan, bagaimana golok itu kini bisa ada ditangannya.
Haji Mawi memiliki istri bernama Hasanah, dari pasangan suami istri itu, dikaruniai anak bernama nunung Nuraeni. Nunung Nuraeni ini merupakan ibu dari Abdul Barokah.
"Jadi golok ini dari kakek, ke ibu dan ke saya," ujarnya.
Golok itupun kata dia, menjadi saksi perjuangan kakeknya tersebut. Golok digunakan untuk bergerilya melawan penjajah.
"Paling sering digunakan, golok yang pendek," paparnya.
Soal pernah ada yang menawar untuk ditukar dengan sebuah mobil, Abdul tak menampik. Kata dia, saat itu ada yang datang ke rumahnya. Melihat golok tersebut. Mereka tertarik dan ingin menukar dengan mobil Avanza.
"Karena ini amanah dari Abah Mawi, saya gak kasih. Karena kalau sampai ditukar, berarti menghilangkan sejarah," akunya.
Iapun menceritakan kisah perjuangan Haji Mawi. Cerita yang turun temurun diceritakan dan akan tetap diceritakan kepada anak cucunya nanti.
Haji Mawi lahir pada tahun 1904 di Parung Bogor. Ia sudah bergerilya melawan penjajah sejak usia remaja. Ia masuk laskar rakyat dan pernah mendapatkan tugas di wilayah Jakarta yang saat itu masih dikuasai Belanda.
"Saat ini di sekitaran pasar rebo," ujarnya.
Haji Mawi gugur dalam Medan pertempuran melawan penjajah di Jakarta. Ia tewas digranat. jasad H Mawi langsung dibawa ke tempat kelahirannya di Kampung Bojong Indah, Desa Bojong Indah Kecamatan Parung. Sebagai penghormatan atas jasa jasanya, H Mawi diabadikan pada Jalan Utama di Kecamatan Parung.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga