Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenang Jasa Para Pahlawan, Yayasan PETA Kembali Ajukan Presiden Kedua Indonesia Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 10 November 2024 | 17:38 WIB
Para pengurus Yayasan PETA berfoto saat tour di Museum dan Monumen PETA Kota Bogor.
Para pengurus Yayasan PETA berfoto saat tour di Museum dan Monumen PETA Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pengurus Yayasan Pembela Tanah Air (PETA) menggelar kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh hari ini 10 November 2024.

Pengurus Yayasan PETA melakukan ziarah ke TMP Kalibata Jakarta dan berkeliling di Museum & Monumen PETA Kota Bogor.

Ketua Yayasan PETA, Tinton Soeprapto mengatakan, agenda kali ini tak terlepas untuk mengenang kembali para pahlawan Indonesia.

Terkhusus bagi pasukan PETA yang ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

"Kami ke TMP dan keliling museum untuk mengingat lagi perjuangan orang-orang tua kita di masa lalu. Jadi kami yang pergi juga mayoritas merupakan anak para pejuang kemerdekaan," katanya.

Dia menjelaskan, sebagai yayasan yang meneruskan perjuangan pasukan PETA, ini juga upaya menunjukkan kembali peran PETA.

PETA disebut berperan penting untuk menjadi cikal bakal pasukan tentara yang berjuang saat kemerdekaan Indonesia.

"Kita sudah membangun museum ini sebagai penghormatan kita kepada pasukan PETA. Mereka telah angkat senjata untuk mengusir penjajah Jepang maupun Belanda," jelasnya.

Walaupun PETA merupakan bentukan Jepang namun dikemudian hari berbalik untuk melawan Jepang.

Ini menunjukkan nasionalisme yang dimiliki pejuang untuk tetap bersama Indonesia dan ikut memerdekakan bangsa.

"Kita memang diajari perang oleh jepang lewat PETA tapi kita kemudian melawan mereka. PETA ini juga karena berdiri dan melawan sebelum kemerdekaan makanya disebut pahlawan perintis kemerdekaan," ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga menjelaskan telah banyak jebolan PETA yang menjadi figur bangsa.

Mulai dari Ahmad Yani, Soeharto, dan lain-lain, ini menunjukkan didikan PETA mampu berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

"Peran strategis PETA ini yang kami fokuskan dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November ini. Kita harus mengingat bahwa tanpa angkat senjata dari PETA, Indonesia belum tentu bisa merdeka," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini pula Yayasan PETA juga kembali mengajukan kader PETA sekaligus Presiden Ke-2 Indonesia, Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Soeharto dinilai sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk mendapatkan gelar pahlawan. (rp1)

Editor : Alpin.
#pahlawan nasional #Yayasan PETA #soeharto