RADAR BOGOR - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor melakukan penebaran benih ikan tawes sebanyak 10 ribu ekor di Situ Cinangsih, Desa Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Pengelola Perikanan Tangkap Yuyun Yuningsih, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kembali ikan-ikan yang hampir punah.
Selain itu, juga untuk membantu perekonomian warga setempat.
"Kalau ikan diambilin terus kan habis. Walaupun memancing bukan pekerjaan utama masyarakat di sini. Tapi, dengan adanya kegiatan ini warga mengaku terbantu. Katanya, kalau dapat banyak dijual. Kalau dapat sedikit, digoreng buat di rumah," kata Yuyun menjelaskan.
Diakui Yuyun, sudah menjadi fungsi Pengelolaan Perikanan Tangkap untuk melakukan kegiatan ini.
Meskipun di kawasan Bogor tidak ada laut, akan tetapi banyak warga yang berprofesi sebagai penangkap ikan di situ.
"Meskipun mereka itu mancingnya hanya sekadar hobi. Tapi tetap saja mereka itu sebutannya nelayan tangkap. Seperti yang ada di situ Cinangsih ini," imbuh Yuyun.
Kendati demikian, lanjut Yuyun, kegiatan penebaran benih ikan tetap harus ada batasan-batasannya.
Khususnya yang berkaitan dengan ikan apa saja yang boleh ditebar di Perairan Umum Daratan (PUD) seperti di situ Cinangsih.
"Yaitu ikan-ikan yang ramah lingkungan. Atau ikan-ikan lokal seperti sepat, tawes, mas, patin. Kalau gabus, biasanya sudah ada di setiap situ. Khusus ikan tawes, ikan ini hampir punah sehingga harus dikembangkan lagi. Hampir enggak ada di Bogor," ucapnya.
Dalam kegiatan ini, selain Yuyun sebagai perwakilan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, juga hadir tim Balai Benih Ikan serta tokoh-tokoh masyarakat Parung Panjang.
Yuyun berharap, Situ Cinangsih tidak seperti situ-situ yang pernah ia datangi sebelumnya.
Selain luas area situnya banyak yang menyusut, dari segi pemantauan juga sangat minim sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Kami membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas beberapa bulan yang lalu, untuk membantu mengawasi situ dari orang yang menangkap ikan dengan setrum atau portas.
Di setiap situ juga kan biasanya ada Juru Situ. Mereka ini berfungsi untuk mengawasi situ," Yuyun menuturkan.
"Dengan adanya Komaswas dan Juru Situ, Insyaallah pengawasan situ lebih optimal karena tadinya Juru Situ itu cuma satu orang, sekarang dibantu oleh Pokmaswas 10 orang jadi secara pengawasan akan lebih baik ke depannya," tandas dia.(ded)
Editor : Dede Supriadi