Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ini Komitmen Nyata BRI Mengadopsi Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan dan Berdampak Sosial

Yosep Awaludin • Rabu, 19 Maret 2025 | 08:56 WIB
Ilustrasi BRI
Ilustrasi BRI

RADAR BOGOR—Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, tidak pernah berhenti memasukkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis Perseroan. 

Menurut Sunarso, Direktur Utama BRI, ESG merupakan referensi strategis penting bagi bisnis di tingkat global, bukan hanya tren.

Untuk memastikan keberlanjutan, BRI telah membangun struktur yang kuat, mulai dari komite hingga divisi khusus.

Dalam mengimplementasikan ESG ini, proses bisnis dan operasional BRI telah menyelaraskan dengan standar yang berlaku, baik domestik maupun global.

"Kemudian, untuk implementasinya, kita sudah menyusun strategi keberlanjutan yang fokus pada tiga pilar utama yakni Environmental, Social, dan Governance (ESG)," ujar Sunarso dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global pada pertengahan Februari 2025 lalu.

Pertama, BRI telah mengambil berbagai tindakan konkret untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dalam pelaksanaan pilar lingkungannya.

Manajemen risiko perubahan iklim harus menjadi prioritas utama, dan program Green Network dan Green Banking akan diikuti.

Kedua, dari perspektif sosial, BRI juga berusaha untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat tentang keuangan. Komitmen ini sejalan dengan peran BRI sebagai katalisator ekonomi kerakyatan.

Hingga 2024, total kredit yang diberikan BRI akan mencapai Rp1.354,64 triliun, tumbuh 6,97% setiap tahun.

Kredit UMKM akan mendominasi, mencapai 81,97% dari total kredit, atau setara dengan Rp1.110,37 triliun.

Perusahaan kemudian menggunakan manajemen tenaga kerja untuk mengelola tenaga kerjanya.

Di sisi lain, BRI berkolaborasi dengan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Namun, untuk pilar ketiga, yaitu governance, BRI secara konsisten meningkatkan tata kelolanya. Ini dilakukan sambil Perseroan meningkatkan pengelolaan risiko ESG, termasuk risiko siber di era digital, dan menghindari praktik greenwashing.

Dalam upaya nyata untuk mendukung keuangan berkelanjutan, BRI telah memberikan pembiayaan berkelanjutan, juga dikenal sebagai pembiayaan berkelanjutan, melalui pinjaman hijau dan pinjaman sosial.

Hingga Desember 2024, BRI telah memberikan pinjaman sebesar Rp86,6 triliun untuk usaha berkelanjutan.

Sementara itu, penyaluran pinjaman sosial mencapai Rp698,7 triliun dengan tujuan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM), yang merupakan pilar ekonomi nasional.

Dari sisi liabilitas, BRI juga telah melakukan upaya pembiayaan yang berkelanjutan dengan menerbitkan Green Bond senilai Rp13,5 triliun dalam beberapa tahap sejak 2022.

Pada 21 Juli 2022, penerbitan Green Bond tahap 1 senilai Rp5 triliun. Dia menyatakan bahwa obligasi hijau BRI selalu mengalami oversubscribe, yang menunjukkan minat pasar yang besar terhadap instrumen keuangan berkelanjutan.

Setelah sukses pada tahap pertama, BRI kembali menerbitkan green bond tahap 2 senilai Rp6 triliun pada Oktober 2023 dan green bond tahap 3 senilai Rp2,5 triliun pada 20 Maret 2024.

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), menekankan bahwa penerapan ESG bukan sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan value perusahaan di mata pemangku kepentingan dan investor.

"Investasi berkelanjutan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di pasar modal Indonesia saat ini, tercermin dari peningkatan nilai aset kelolaan dari produk investasi pasif yang bertema ESG," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #ESG #bri