RADAR BOGOR—Indonesia bersiap menduduki peringkat pertama industri halal di seluruh dunia. Hal ini ditegaskan Rosan P. Roeslani, Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, saat membuka BSI International Expo 2025 di Jakarta.
Rosan, CEO Danantara Indonesia, menyatakan bahwa kemajuan dalam sektor keuangan syariah akan sangat penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Menuruntya lanskap global saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi dan ekonomi.
"Dalam situasi seperti ini, kita dituntut untuk menemukan sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh," tuturnya.
Meskipun lebih dari 80 persen pembeli Indonesia mungkin telah menyadari pentingnya produk halal, Indonesia masih berada di posisi ketiga di industri halal global menurut beberapa penilaian.
Sebenarnya, pasar domestik sangat siap untuk mendukung pertumbuhan industri halal. Namun, ada beberapa masalah, seperti tingkat literasi halal yang rendah di kalangan bisnis dan kurangnya harmonisasi sertifikasi halal antarnegara.
Akibatnya, untuk memperkuat ekosistem halal, regulator, pelaku usaha, konsumen, dan lembaga keuangan seperti BSI harus bekerja sama.
BSI terus bekerja sama lintas sektor untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi syariah global dengan semangat yang cepat, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam upaya strategis untuk mendorong Indonesia untuk mencapai peringkat teratas dalam Indeks Ekonomi Islam Global, BSI International Expo 2025 merupakan wujud nyata dari upaya tersebut.
Ekosistem Halal menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia karena menawarkan solusi strategis terhadap tantangan global saat ini.
Oleh karena itu, ekosistem halal telah berkembang menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi dan bukan lagi alternatif.
"BSI International Expo 2025 dirancang sebagai wadah pertemuan antara pelaku usaha, komunitas, regulator, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang menyeluruh dan berkelanjutan," katanya.
Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh pemerintah, regulator, danantara kementerian, serta semua pihak yang terlibat untuk mendukung BSI dan industri halal.
Penetrasi pasar syariah masih rendah dengan market share yang relatif rendah, hanya 8%, menurut BSI International Expo.
Dengan 330 penyedia dari booth emas, 50 agen haji dan umrah, penyedia makanan dan minuman, merek fesyen Muslim, perjalanan umrah, kendaraan, properti, pendidikan, dll., BSI International Expo 2025 akan menampilkan produk halal.
BSI, bank syariah terbesar di bawah naungan Danantara Indonesia, bersiap untuk membantu memperluas ekosistem halal di Indonesia. Menurut Anggoro, lingkungan Islam telah menjadi pusat operasi perusahaan.
Dia menyatakan bahwa lingkungan Islam, termasuk makanan dan minuman halal, mode, farmasi dan kosmetik, serta wisata halal, memiliki potensi bisnis yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
Penguatan UMKM, yaitu membantu meningkatkan kemampuan pelanggan UMKM melalui program pembinaan Talenta Wirausaha BSI (TWB), mendukung kontribusi BSI untuk pengembangan ekosistem halal.
Selain itu, mendirikan BSI UMKM Center dan menyelenggarakan acara pertemuan bisnis untuk menghubungkan UMKM binaan BSI dengan pembeli potensial dari 20 negara.
Anggoro berterima kasih atas dukungan dan kerja sama Danantara untuk membantu BSI memperbaiki ekosistem halal.
Saat ini, BSI berkonsentrasi pada produk syariah unik seperti emas dan lingkungan Islam, termasuk layanan haji dan umrah.
BSI dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, di mana permintaan untuk barang berbasis emas dan layanan haji dan umrah sangat tinggi.
Dia menekankan posisi BSI sebagai pemimpin industri haji dan umrah, dengan 80% dari total jamaah haji mendaftar melalui BSI setiap tahun.
Jumlah jemaah haji di Indonesia adalah sekitar 221 ribu orang, dan jumlah jamaah umrah adalah sekitar 1 juta orang setiap tahun.
BSI kembali menggelar BSI International Expo 2025 untuk mendukung ekosistem halal dan sosialisasi layanan haji dan bank emas.
Selain itu, BSI menghadirkan hiburan untuk menghormati pelanggannya, dengan artis seperti Maher Zain, Maliq & D Essential, dan Ustaz Hilman Fauzi.
Menurut Dian Ediana Rae, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja bank syariah masih menunjukkan hasil yang positif di tengah tahun yang menantang.
"Bank Syariah tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga nilai sosial. Untuk memperkuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, OJK telah menyusun roadmap lembaga keuangan syariah," katanya.
OJK juga memperhatikan peningkatan kemampuan bank syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui literasi, UMKM, dan pengembangan bank syariah yang sehat, efisien, dan berdaya saing.
Diharapkan bahwa perbankan syariah memiliki peran dalam mengurangi dampak ekonomi pada masyarakat. Rahmatan lilalamin dan aspek sosial mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. (***)
Editor : Yosep Awaludin