Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Operasi Migas Pertamina di Sumsel Ditinjau Kementerian ESDM, Produksi Prabumulih Lampaui Target hingga 130 Persen

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 22 November 2025 | 17:57 WIB
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad menyimak penjelasan dari pihak Pertamina.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad menyimak penjelasan dari pihak Pertamina.

RADAR BOGOR - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi (Migas) melakukan kunjungan lapangan ke Wilayah Kerja Zona 4 Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Langkah ini bertujuan memastikan optimalisasi produksi migas sekaligus menjaga standar keselamatan pekerja di lapangan.

Kegiatan peninjauan dipimpin oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, yang meninjau langsung aktivitas operasi di wilayah Prabumulih.

Kawasan tersebut tercatat memiliki enam lapangan migas aktif.

Selain itu, rombongan turut melakukan evaluasi pada fasilitas Metering and Regulating Station (MRS) Jaringan Gas Sales and Operation Region (Jargas SOR) 1 Gelumbang serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang dikelola Subholding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas Negara (PGN).

Tidak hanya itu, tim Kementerian ESDM juga melakukan pemantauan ke kilang Pertamina di Refinery Unit (RU) III Plaju dan Sungai Gerong.

Dalam arahannya, Arifin menegaskan pentingnya kolaborasi antara manajemen Pertamina dan regulator dalam melakukan pengawasan langsung dan berkelanjutan terhadap fasilitas fisik migas maupun sumber daya manusia di lapangan.

Ia menyampaikan, pengolahan migas merupakan operasi dengan risiko tinggi sehingga disiplin screening pekerjaan, kepatuhan prosedur, serta pendekatan menyeluruh kepada pekerja harus menjadi prioritas.

Arifin juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan pemenuhan standar keselamatan dan keandalan operasi migas di seluruh wilayah kerja.

Hingga periode Januari hingga 31 Oktober 2025 (year to date/YTD), produksi minyak Lapangan Prabumulih mencapai 10.586 BOPD, atau 130 persen dari target.

Pada periode yang sama, produksi gas mencapai 117,84 MMSCFD, setara 104% dari target.

Pencapaian ini menjadikan Prabumulih sebagai salah satu wilayah kerja dengan peningkatan produksi paling signifikan.

Selama ini, Lapangan Prabumulih memasok kebutuhan minyak mentah untuk Kilang Plaju serta gas untuk kebutuhan rumah tangga dan industri di Sumatera Selatan.

Aliran gas dari wilayah tersebut juga berperan memenuhi kebutuhan pabrik pupuk hingga pasokan cadangan gas untuk Pulau Jawa.

Sementara itu, RU III Plaju yang dikenal sebagai salah satu kilang minyak tertua di Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 120 MBSD atau sekitar 12 persen dari total kapasitas kilang Pertamina.

Dengan jumlah pekerja mendekati 1.000 orang, kilang ini memproduksi solar dan biosolar, pertalite hingga avtur, serta material lain seperti Nafta dan Heavy Vacuum Gas Oil (HVGO).

Dalam operasionalnya, Kilang Plaju menerapkan pengawasan ketat terhadap emisi sesuai regulasi. Pemantauan dilakukan melalui Continuous Emission Monitoring System (CEMS) serta pengecekan manual pada titik-titik emisi yang diwajibkan.

Seluruh kegiatan monitoring sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina terus memperkuat penerapan aspek keamanan di seluruh fasilitas perusahaan.

Ia menyebut bahwa peningkatan keselamatan dan keandalan operasi menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina.

Kunjungan juga dilakukan ke Training Center (TC) Sungai Gerong, fasilitas yang telah menyediakan pelatihan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sejak tahun lalu.

Pusat pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi pekerja dalam menjalankan operasi migas dengan aman.

Pertamina menilai bahwa kegiatan tinjauan seperti ini dapat memperkuat kesadaran para pekerja dan mitra kerja untuk menjaga keandalan dan keselamatan kerja, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina juga terus mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui program yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasionalnya. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#spbg #gas #pertamina #migas