Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dukung BSPS 2026, bank bjb Perkuat Pembiayaan Perumahan dan UMKM di Jawa Barat

Yosep Awaludin • Rabu, 15 April 2026 | 10:21 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada peluncuran Program BSPS oleh bank bjb.
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada peluncuran Program BSPS oleh bank bjb.

RADAR BOGOR – bank bjb kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor perumahan nasional melalui partisipasi aktif pada peluncuran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 di Jawa Barat.

Kegiatan peluncuran Program BSPS oleh bank bjb ini digelar di SMAN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, Senin, 13 April 2026.

Dalam agenda tersebut, terjalin kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta bank bjb dalam mendorong pembiayaan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Pabrik Aki di Cimanggis Kota Depok Terbakar, 24 Personel Damkar Berjibaku 4 Jam Padamkan Api

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan sektor perbankan untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus meningkatkan kualitas rumah melalui program BSPS.

Forum tersebut juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perbankan, asosiasi pengembang, hingga pelaku usaha.

Tujuannya adalah membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Tingkatkan Konektivitas, Transjabodetabek Diusulkan Tembus Terminal Bubulak Kota Bogor

Melalui keterlibatannya, bank bjb menunjukkan peran strategis dalam menyukseskan program BSPS yang bertujuan memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak.

Program ini juga mendorong semangat gotong royong serta menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan penggunaan bahan bangunan dari wilayah setempat.

Peluncuran BSPS 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri PKP Maruarar Sirait, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta jajaran.

Baca Juga: Wajib Coba! Brano Pizzeria Hadirkan Cita Rasa Italia di Dua Lokasi Strategis Bogor dengan Harga Bersahabat

Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran direksi bank bjb, Komisioner BP Tapera, serta ratusan pelaku usaha dari sektor pengembang, toko bangunan, hingga UMKM.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program pembiayaan perumahan tidak hanya berfungsi sebagai dukungan terhadap kepemilikan hunian, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk membantu akses perumahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat peran UMKM agar semakin berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi bank bjb yang dinilai konsisten mendukung program perumahan nasional, termasuk dalam peluncuran BSPS tahun ini.

Baca Juga: Info Penting Bansos 2026, Integrasi Data Tahap 2 dan Buka Peluang Cuan Tambahan bagi KPM Melalui Kopdes

Dari sisi pelaku usaha, respon positif datang dari calon debitur bank bjb. Alan, pengusaha toko bahan bangunan di Soreang, mengaku proses pengajuan kredit berjalan cepat dan komunikatif.

“Pengajuan kredit di bank bjb relatif cepat, dan komunikasi terkait persyaratan juga sangat jelas dan mudah dipahami,” katanya.

Hal senada disampaikan Fitriah, pelaku usaha toko bangunan lainnya yang tengah mengajukan pembiayaan.

Baca Juga: Hadir di 4 Lokasi Strategis, Oita Coffee Bawa Konsep Warm Pause dan Interior Torii yang Ikonik

“Saya bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini dan sedang mengajukan pembiayaan KPP hingga Rp1 miliar. Keluarga kami juga sudah lama menjadi nasabah bank bjb dan usahanya berkembang,” ungkapnya.

bank bjb sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP), meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kolaborasi dengan pengembang dan pemerintah daerah.

Forum ini juga menjadi sarana edukasi dan dialog antara masyarakat, pengembang, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam mendorong sektor perumahan yang produktif.

Baca Juga: KPM Mandiri Cek Saldo! Intip Hasil Cek Saldo Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Hari Ini 15 April 2026, Simak Selengkapnya

Dalam rangkaian kegiatan, peserta dapat mengakses layanan konsultasi langsung, memperoleh informasi produk, serta memanfaatkan fasilitas keuangan yang disediakan bank bjb.

Selain itu, bank bjb memberikan edukasi mengenai pentingnya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai dasar penilaian kelayakan kredit dan pengelolaan kesehatan finansial.

Perwakilan bank bjb, Taufik I Maulana, menjelaskan bahwa SLIK berperan dalam meningkatkan transparansi data kredit, meminimalkan risiko pembiayaan, serta membuka peluang akses keuangan yang lebih luas.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas kredit, memantau riwayat pembayaran, serta melakukan perbaikan data jika diperlukan.

Baca Juga: Lebih Berwarna dan Penuh Bintang, The Hunger Games : Sunrise on the Reaping Resmi Rilis Trailer Perdana

bank bjb turut memperkenalkan program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu), yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha.

Program ini telah berjalan sejak 2015 sebagai bagian dari layanan pemberdayaan perbankan.

Dalam kegiatan tersebut, bank bjb juga membuka booth layanan, mengisi sesi talkshow, serta berhasil membentuk pipeline pembiayaan sebanyak 118 nasabah dengan total plafon mencapai Rp52 miliar.

Baca Juga: Kolaborasi yang Solid, Kemensos-Kemenkop Targetkan 1,4 Juta Penerima Bansos PKH Bisa Bekerja di Koperasi Merah Putih

Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan bank bjb sekaligus kepercayaan terhadap layanan yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, bank bjb tidak hanya mendukung pembiayaan perumahan dan usaha, tetapi juga berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah melalui BSPS 2026.

Ke depan, bank bjb optimistis dapat terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses perumahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga: Aksi Begal di Cikaret Bogor Jadi Perhatian Serius, Polisi Gencar Sisir Titik Rawan

bank bjb merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan bank bjb dapat diakses melalui kantor cabang terdekat, layanan bjb Call 14049, atau situs resmi infobjb.id/KUR. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bank bjb #jawa barat #BSPS