RADAR BOGOR - Kementerian UMKM menilai kolaborasi antara UMKM dan usaha besar menjadi strategi utama untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat.
Berdasarkan informasi dari Website @umkm.go.id, Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, menegaskan UMKM harus terlibat langsung dalam ekosistem industri dan tidak lagi berada di pinggiran ekonomi nasional agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Penguatan kolaborasi diarahkan pada integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri, peningkatan standar kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital dan kemitraan dengan perusahaan besar.
Baca Juga: Baru Buka di Bogor, Chogo Point Tawarkan Nongkrong dengan Vibes Ala Ghibli
Pemerintah juga telah menjalankan berbagai program untuk memperkuat UMKM, seperti sertifikasi usaha dan produk, perluasan akses pasar melalui kurasi dan business matching.
Kemudian peningkatan literasi digital, hingga kolaborasi dengan startup untuk mendorong ekspansi ke pasar global.
Di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah melihat adanya dampak terhadap rantai pasok, perdagangan, dan stabilitas pasar keuangan dunia.
Baca Juga: Sayang Sekali, Pemkot dan Pemkab Ini Dipastikan Tidak Buka Lowongan CASN 2026, Ini Penyebabnya
Meski begitu, situasi tersebut dinilai membuka peluang baru bagi Indonesia melalui kerja sama perdagangan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang memberikan potensi penurunan tarif ekspor.
Sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, dan tekstil dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor.
Pemerintah menekankan peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk agar UMKM mampu bersaing di pasar global. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin