Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Sinyal Kuat Optimisme terhadap Masa Depan Perseroan

Rani Puspitasari Sinaga • Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:28 WIB
Kantor BRI. Foto: BRI for Radar Bogor
Kantor BRI. Foto: BRI for Radar Bogor

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.

Langkah BRI ini menjadi bentuk keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis yang kuat serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap menjanjikan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan ke depan.

Baca Juga: Membangun Sekolah Masa Depan, Sekolah Harus Berdiri di Atas Kepentingan Peserta Didik, Bukan Kepentingan Kekuasaan

“Kami melihat valuasi saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya dan belum sepenuhnya mencerminkan performa maupun potensi bisnis perseroan,” ujarnya.

Program buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 12 Juni hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 terkait kebijakan menjaga stabilitas pasar modal dalam kondisi fluktuasi signifikan, serta surat resmi OJK mengenai pelaksanaan buyback saham oleh perusahaan terbuka.

Pendanaan buyback akan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Bantuan PPSE Targetkan KPM Bansos PKH dan BPNT di Desil 1-3, Terutama Penerima untuk Usia 20 hingga 50 Tahun

Menurut Dhanny, keputusan ini juga mempertimbangkan berbagai tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak global, hingga arus keluar modal dari negara-negara berkembang.

Meski demikian, BRI memastikan kondisi likuiditas dan kesehatan keuangan perusahaan tetap berada pada level yang sangat kuat sehingga aksi buyback tidak akan mengganggu operasional maupun kinerja bisnis perseroan.

“Pelaksanaan buyback telah dihitung secara matang dan tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan,” tegasnya.

Baca Juga: Ada yang Pakai Kepiting, Ini 5 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Juara di Banten, Wajib Coba buat Sarapan

Berdasarkan proyeksi setelah buyback, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI per 31 Maret 2026 tetap berada di level solid, yakni 22,86 persen.

Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas dan mendukung ekspansi usaha ke depan.

Saham hasil buyback nantinya direncanakan untuk dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja serta Direksi dan Dewan Komisaris, yang pelaksanaannya akan menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca Juga: Prediksi Pertandingan Piala Dunia, Australia vs Turki 14 Juni 2026 Lengkap Line Up, Waspada Pemain Muda

Sebagai bagian dari ekosistem investasi nasional Danantara, BRI menegaskan akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan daya saing, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah buyback ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BRI tetap optimistis menghadapi tantangan ekonomi global dan yakin terhadap potensi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#buyback #saham #bri