Kisah Inspiratif Mantri BRI Asti Alimin, Terjang Ombak Demi Hadirkan Layanan Keuangan di Maluku

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru di Maluku
Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru di Maluku

RADAR BOGOR – Di balik luasnya lautan Maluku, terdapat kisah pengabdian seorang perempuan yang tak gentar menghadapi ombak demi memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses layanan keuangan.

Sosok itu adalah Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru, yang sejak beberapa tahun terakhir konsisten melayani nasabah hingga ke Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Bagi Asti, perjalanan melintasi laut bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Setiap perjalanan yang ditempuh menjadi bagian dari misinya membuka akses perbankan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup jauh dari layanan keuangan formal.

Sejak dipercaya menangani wilayah kerja tersebut pada 2020, Asti harus melayani masyarakat yang tersebar di berbagai pulau kecil.

Salah satu daerah dengan tantangan paling besar adalah Pulau Kelang, yang selama ini sulit dijangkau karena kondisi geografisnya.

"Kami mulai membuka layanan di Pulau Kelang setelah banyak warga mengajukan permohonan. Selama ini mereka mengalami kesulitan mengakses layanan perbankan karena jarak yang sangat jauh," ujar Asti.

Baca Juga: Progres Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Per 1 Agustus 2026 hingga Rincian Pencairan PIP

Menembus Darat dan Laut Demi Membuka Akses Perbankan

Permintaan masyarakat mendorong Asti untuk lebih memahami kondisi Pulau Kelang.

Dalam berbagai kunjungan, ia melihat potensi ekonomi yang besar, namun belum berkembang maksimal karena minimnya akses terhadap lembaga keuangan.

Untuk mencapai wilayah tersebut, Asti harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari Unit Piru menuju pelabuhan di Waesala.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menyeberangi laut selama kurang lebih satu jam menggunakan perahu menuju Pulau Kelang.

Jika harus melayani kampung-kampung lain yang berada di sekitar pulau, waktu perjalanan bisa bertambah hingga satu jam lagi.

Medan yang dihadapi pun tidak selalu bersahabat. Saat musim barat tiba, gelombang tinggi di perairan Waesala hingga Selat Haya kerap membuat perjalanan menjadi lebih berisiko sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra.

Pengalaman Pribadi Jadi Sumber Motivasi

Di balik perjuangannya, Asti memiliki alasan yang sangat personal. Semasa kuliah, ia menyaksikan keluarganya dan masyarakat di kampung halaman mengalami kesulitan memperoleh modal usaha.

Banyak warga harus menempuh perjalanan jauh ke Ambon atau Masohi untuk mengajukan pinjaman, tetapi sering kali pulang tanpa hasil karena keterbatasan akses.

Tak hanya itu, ia juga melihat banyak masyarakat menjadi korban penipuan berkedok pinjaman.

Warga diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai biaya administrasi, namun pelaku menghilang tanpa pernah memberikan pinjaman yang dijanjikan.

Baca Juga: Ruben Onsu Kirim Surat Resmi, Minta Sertifikat Vila Diserahkan Sarwendah

"Pengalaman itu yang membuat saya semakin yakin untuk membantu masyarakat. Mereka sebenarnya memiliki semangat bekerja, tetapi justru menjadi korban penipuan karena minimnya akses terhadap layanan keuangan resmi," ungkapnya.

Bangun Kepercayaan Lewat BRILink dan Literasi Keuangan

Alih-alih langsung menawarkan fasilitas kredit, Asti memilih membangun fondasi terlebih dahulu dengan menghadirkan Agen BRILink di berbagai titik.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki akses transaksi keuangan tanpa harus menyeberang ke kota.

Setelah jaringan layanan mulai tersedia, ia secara bertahap memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pentingnya menabung di bank, hingga pemanfaatan layanan digital seperti BRImo.

Asti juga menghadapi tantangan budaya masyarakat yang masih terbiasa menyimpan uang secara tradisional.

Ia bahkan pernah menemukan warga yang menyimpan uang di dalam bantal maupun di bawah kasur hingga rusak karena dimakan tikus.

"Saya selalu mengingatkan agar uang tidak lagi disimpan di rumah dengan cara seperti itu. Selain berisiko rusak, menyimpan uang di bank jauh lebih aman," tuturnya.

Selain mengajarkan penggunaan aplikasi perbankan digital, Asti juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan layanan perbankan resmi dengan praktik rentenir agar masyarakat tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi.

KUR Dorong Perubahan Ekonomi Pulau Kelang

Upaya yang dilakukan Asti perlahan membuahkan hasil. Dari yang awalnya belum memiliki nasabah kredit, kini ia mengelola lebih dari 700 debitur di wilayah kerjanya.

Namun, menurut Asti, capaian tersebut bukan sekadar angka. Baginya, keberhasilan terbesar adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Terima Bantuan Air Bersih dari Dinsos dan LAZ Rabbani, Warga : Benar-Benar Dibutuhkan

Melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), para nelayan kini mampu membeli mesin perahu dengan kapasitas lebih besar sehingga dapat mengangkut hasil tangkapan ikan maupun komoditas unggulan seperti jahe, kunyit, dan minyak kayu putih langsung ke Ambon.

Dengan demikian, mereka memperoleh harga jual yang lebih baik tanpa harus bergantung kepada tengkulak.

Perubahan positif juga terlihat pada sektor pendidikan. Asti menceritakan bahwa di salah satu kampung, sekitar 28 pemuda berhasil lolos menjadi anggota TNI karena orang tua mereka memiliki kemampuan finansial untuk mendukung proses pendidikan dan persiapan seleksi.

"Saat mendengar warga mengatakan bahwa kehadiran layanan BRI membawa perubahan bagi mereka, semua rasa lelah selama perjalanan langsung terbayarkan," katanya.

BRI Perluas Inklusi Keuangan hingga Pelosok Negeri

Asti berharap masyarakat di wilayah kepulauan Maluku dapat terus berkembang secara ekonomi, semakin mandiri, serta memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lain di Indonesia.

Ia ingin masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan keberadaan Mantri BRI di berbagai daerah menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan hingga wilayah terpencil.

Baca Juga: Kreasi Banana Bread Choco Cheese, Perpaduan Manis dan Gurih yang Memanjakan Lidah

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan dan pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal memungkinkan layanan perbankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Perjalanan Asti Alimin mencerminkan dedikasi para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga pelosok Indonesia.

"Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, BRI tidak hanya membuka layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan harapan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan menciptakan peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara berkelanjutan," ujar Dhanny. (***)

Editor : Yosep Awaludin
maluku Mantri BRI layanan keuangan