BRI Tegaskan Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:36 WIB
Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi. (Dok. BRI)
Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja bisnis yang positif hingga Triwulan II 2026. Fundamental Perseroan tetap berada dalam kondisi kuat, sehingga menjadi landasan untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham sekaligus menjaga kecukupan modal dalam mendukung ekspansi usaha pada masa mendatang.

Secara konsolidasi, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun hingga akhir Triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai 16,2 persen yoy. Di saat yang sama, kualitas aset juga menunjukkan perbaikan, yang tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen.

Dari sisi permodalan, BRI mampu mempertahankan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada posisi 21,5 persen. Angka tersebut berada di atas target jangka panjang Perseroan yang ditetapkan minimal sebesar 20 persen, sehingga memberikan ruang yang cukup untuk menopang pertumbuhan bisnis ke depan.

Baca Juga: Kinerja BRI Triwulan II 2026 Makin Solid, Likuiditas dan Modal Tetap Terjaga

Kinerja tersebut mencerminkan upaya BRI dalam mendorong ekspansi usaha secara berkelanjutan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian terhadap pengelolaan kualitas aset dan kecukupan permodalan.

Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut menjadi modal penting bagi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

Terkait kebijakan pembagian dividen, Achmad menerangkan bahwa BRI berkomitmen menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

Menurutnya, penentuan dividend payout ratio dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh, termasuk kondisi dan kinerja keuangan Perseroan, tingkat kecukupan modal, kebutuhan pengembangan bisnis, situasi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

“BRI berkomitmen menciptakan nilai optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham, terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, termasuk kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham,” ujar Achmad.

Ia menilai kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap didukung oleh fundamental perusahaan yang terus menguat. Pertumbuhan laba, peningkatan kredit, dan membaiknya kualitas aset memberikan ruang bagi Perseroan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan mempertahankan kapasitas permodalan.

Achmad menjelaskan bahwa peningkatan modal, yang salah satunya berasal dari pertumbuhan laba, turut memperkuat kemampuan BRI dalam mendukung ekspansi bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, kondisi fundamental yang semakin kokoh memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham tanpa mengabaikan kebutuhan modal untuk menopang pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Bagi BRI, penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak hanya diukur berdasarkan besaran dividen dan potensi capital gain. Perseroan juga memandang peningkatan laba, penguatan fundamental, pemeliharaan kualitas aset, serta kemampuan menghasilkan pertumbuhan jangka panjang sebagai bagian penting dari penciptaan shareholder value.

Dalam kerangka tersebut, pertumbuhan modal yang sebagian bersumber dari peningkatan laba menjadi bagian dari strategi pengelolaan permodalan. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas BRI dalam membiayai pertumbuhan bisnis sekaligus memanfaatkan berbagai peluang usaha yang tersedia pada masa depan.

Achmad menambahkan bahwa BRI memandang penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui perspektif yang lebih luas. Optimalisasi alokasi modal diarahkan untuk mendukung pertumbuhan laba yang kuat sehingga dapat meningkatkan hasil dan nilai yang diterima para pemegang saham secara berkelanjutan.

Ke depan, BRI akan terus menjalankan strategi pertumbuhan dengan pendekatan yang disiplin. Perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha, kualitas aset, tingkat profitabilitas, dan kecukupan permodalan.

Dengan dukungan fundamental yang kuat serta kapasitas modal yang tetap terjaga, BRI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus terus menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Achmad menegaskan bahwa setiap kebijakan dalam pengalokasian modal akan diarahkan untuk menghasilkan nilai optimal dalam jangka panjang. BRI akan menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan penyediaan kapasitas yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Melalui strategi tersebut, pertumbuhan bisnis yang dicapai BRI saat ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan penciptaan shareholder value yang lebih besar dan berkelanjutan pada masa mendatang.

“Fokus kami memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang, BRI terus menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham, memperkuat permodalan, serta menyediakan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis," pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
Shareholder Return bri