RADAR BOGOR – Lima tahun berjalan sejak dibentuk 13 September 2021, Holding UMi (Ultra Mikro) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi ketiga entitas itu kini berkembang menjadi salah satu ekosistem pemberdayaan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, Holding UMi telah membangun layanan keuangan yang terintegrasi.
Mulai dari pembiayaan dan simpanan, transaksi, pemberdayaan serta pendampingan usaha, hingga pengembangan aset masyarakat melalui ekosistem emas.
Holding UMi dibentuk lima tahun lalu untuk menjawab tantangan dalam memberikan layanan keuangan formal kepada pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
Melalui penyatuan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM, jangkauan layanan kemudian diperluas.
Baca Juga: Kebakaran TPAS Galuga Ditargetkan Padam Sebelum 17 September, Ini Rencana Besar Rudy Susmanto
Masyarakat tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kemampuan usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi tercatat telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.
Sinergi ketiga perusahaan juga telah mengantarkan sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.
Angka tersebut menunjukkan adanya perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil menuju layanan serta pembiayaan dengan kapasitas yang lebih luas.
Integrasi BRI, Pegadaian dan PNM
Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan perjalanan Holding UMi selama lima tahun membuktikan bahwa penggabungan tiga entitas dengan kompetensi berbeda dapat menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.
Menurut Hery, BRI memiliki keunggulan pada jaringan, pembiayaan UMKM, serta infrastruktur yang luas.
Sementara itu, Pegadaian memiliki kompetensi dalam pembiayaan berbasis gadai dan pengembangan ekosistem emas.
Adapun PNM memiliki kekuatan dalam aspek pemberdayaan dan pendampingan kelompok usaha ultra mikro.
"Perbedaan keunggulan tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem yang saling melengkapi," kata Hery.
Integrasi tersebut membuat masyarakat dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan ekonominya.
Baca Juga: Cari SUV 7 Seater Murah? Daihatsu Terios Bekas 2018 Mulai Rp150 Jutaan
Pelaku usaha yang baru memulai bisnis dapat mengakses pendampingan dan pembiayaan ultra mikro.
Ketika usaha berkembang, nasabah berkesempatan memperoleh pembiayaan dengan kapasitas yang lebih besar.
Mereka juga dapat memanfaatkan berbagai layanan lain, seperti transaksi, simpanan, investasi, hingga layanan keuangan lainnya.
Didukung Lebih dari 15.100 Kantor
Untuk memperkuat integrasi layanan, Holding UMi juga membangun jaringan kantor yang menjangkau berbagai wilayah.
Hingga triwulan II 2026, jumlah kantor BRI, Pegadaian, dan PNM telah mencapai lebih dari 15.100 unit.
Jaringan tersebut memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan finansial dalam satu ekosistem.
Selain jaringan kantor, Holding UMi memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi garda terdepan dalam menjangkau sekaligus mendampingi masyarakat hingga tingkat komunitas.
Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, serta Account Officer (AO) PNM tidak hanya bertugas memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan.
Mereka juga berperan membangun kedekatan dengan nasabah, memahami karakteristik dan kebutuhan usaha, memberikan edukasi keuangan, serta membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya.
2,3 Juta Debitur Naik Kelas
Setelah lima tahun beroperasi, keberhasilan Holding UMi tidak hanya dapat dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan.
Baca Juga: Morbidelli T250X, Motor Adventure 250 cc dengan Harga Terjangkau, Cek Spesifikasinya di Sini
Salah satu indikator penting adalah kemampuan ekosistem tersebut menciptakan mobilitas ekonomi bagi masyarakat.
Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas. Capaian ini memperlihatkan bahwa akses pembiayaan yang dibarengi pemberdayaan dan pendampingan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan skala serta kapasitas bisnisnya.
Hery menilai ukuran keberhasilan Holding UMi pada akhirnya terletak pada perubahan kondisi ekonomi para nasabah.
Pembiayaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan salah satu pintu untuk mendorong pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Karena itu, BRI Group akan terus mendorong nasabah agar usahanya berkembang, pendapatan meningkat, kemampuan menabung semakin kuat, dan akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas terbuka.
Ekosistem Emas Capai 153 Ton
Memasuki tahun kelima, transformasi Holding UMi mulai diarahkan ke tahap berikutnya, yakni memperluas inklusi sekaligus literasi keuangan masyarakat.
Salah satu perkembangan yang menonjol terlihat melalui penguatan ekosistem emas yang dikembangkan bersama Pegadaian.
Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai sekitar 153 ton.
Dengan kapabilitas Pegadaian yang terus berkembang, ekosistem tersebut mencakup berbagai layanan.
Mulai dari gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga bullion services.
Baca Juga: Dua Bansos Tambahan bagi KPM PKH dan BPNT Cair September 2026, Cek Syaratnya
Integrasi tersebut memperluas kesempatan masyarakat memanfaatkan emas sebagai instrumen penyimpan nilai sekaligus sarana membangun aset untuk kebutuhan jangka panjang.
Pengembangan ekosistem emas juga menjadi bagian dari perjalanan Holding UMi dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
Jika sebelumnya kebutuhan utama nasabah adalah memperoleh akses modal, kini mereka secara bertahap didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan finansial, hingga memiliki aset.
Fokus Holding UMi ke Depan
Hery menegaskan bahwa lima tahun pertama Holding Ultra Mikro menjadi fondasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Dengan ekosistem yang semakin besar, fokus selanjutnya adalah memastikan manfaat integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM dapat dirasakan lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih mendalam bagi masyarakat.
Tujuan Holding Ultra Mikro, menurut Hery, bukan sekadar membangun ekosistem keuangan dengan skala besar.
Baca Juga: Cicipi Durian Salisun Asal Nunukan, Rasanya Disebut Sekelas Kanyao
Lebih jauh, ekosistem tersebut diharapkan mampu mengantarkan masyarakat dari akses keuangan menuju pemberdayaan, kemudian berkembang hingga mencapai kesejahteraan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BRI Group dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif. (***)
Editor : Yosep Awaludin