UMKM Masih Ekspansif, Indeks Bisnis BRI Tembus 102,1 pada Triwulan II 2026

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:57 WIB
UMKM binaan BRI. Foto: BRI
UMKM binaan BRI. Foto: BRI

RADAR BOGOR – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika daya beli masyarakat. Berdasarkan survei PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, aktivitas bisnis UMKM pada Triwulan II 2026 tetap berada dalam fase ekspansif dengan Indeks Bisnis UMKM mencapai 102,1.

BRI juga memproyeksikan aktivitas UMKM pada Triwulan III 2026 masih akan tumbuh positif, meskipun dengan laju yang lebih moderat.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, aktivitas bisnis UMKM pada Triwulan II 2026 ditopang sejumlah faktor.

Baca Juga: PP KBI Siapkan 10 Atlet Terbaik Jadi Profesional, Bidik Prestasi Kickboxing di Level Dunia

Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang masih positif, momentum panen raya tanaman pangan, harga produk pertanian yang baik, serta mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta.

Kondisi cuaca yang relatif mendukung dan penyaluran bantuan sosial juga turut menjaga aktivitas usaha UMKM.

Meski demikian, laju ekspansi pada Triwulan II 2026 mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan I. Hal tersebut dipengaruhi normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan input dan biaya operasional, keterbatasan modal, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Baca Juga: Mengapa Orang Kaya Justru Jarang Pamer? Ini Rahasianya

“Prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat, terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh,” ujar Hery.

Namun, ia mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, terutama pelemahan daya beli dan potensi El Nino yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian.

Investasi UMKM Masih Menunjukkan Pertumbuhan

Optimisme pelaku UMKM juga tercermin dari aktivitas investasi yang masih tumbuh. Indeks investasi UMKM tercatat berada di atas angka 100.

Baca Juga: 8 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mesin Mobil Overheating, Ternyata Bisa Bikin Mobil Mati Total

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski aktivitas bisnis mengalami moderasi, pelaku usaha masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya.

Secara sektoral, mayoritas bidang usaha UMKM pada Triwulan II 2026 masih mencatatkan indeks di atas 100.

Sektor pertanian, konstruksi, dan pertambangan mengalami penguatan. Sektor pertanian ditopang momentum panen raya serta harga jual produk yang baik. Sementara itu, sektor konstruksi dan pertambangan mendapat dorongan dari mulai berjalanannya proyek pemerintah dan swasta serta kondisi cuaca yang kondusif.

Baca Juga: Kangen Band Sempat Dinyatakan Bubar, Andika Mahesa Pilih Vakum: Saya Merasa Enggak Ada Harganya

Adapun sektor industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya tetap berada dalam fase ekspansif, meskipun pertumbuhannya lebih moderat.

Perlambatan di sektor tersebut dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-HBKN, melemahnya daya beli, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, serta persaingan bisnis yang semakin ketat.

Prospek Triwulan III Tetap Positif

BRI memperkirakan seluruh sektor UMKM masih berada dalam fase ekspansif pada Triwulan III 2026. Namun, laju pertumbuhan diprediksi lebih moderat.

Baca Juga: Heboh Bayu ASN Kota Bogor Dikabarkan Ditemukan di Sukabumi, Polisi: Masih Penyelidikan

Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang utama seiring meningkatnya proyek pemerintah dan swasta.

Optimisme pelaku usaha terhadap kondisi tiga bulan ke depan tercermin dari Indeks Ekspektasi Sentimen Bisnis UMKM yang mencapai 120,2.

Angka tersebut berada cukup jauh di atas 100, yang menunjukkan keyakinan kuat terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan bisnis.

Sentimen positif terlihat di sebagian besar sektor usaha. Indeks sentimen sektor konstruksi naik 7,4 poin menjadi 110,8. Sementara itu, sektor pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3.

Baca Juga: AC Mobil Bunyi Cetik dan Keluar Asap, Ternyata Penyebabnya Bukan Sekadar Kompresor

Penguatan kedua sektor tersebut didorong bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, meningkatnya permintaan pasir, batu, serta material galian untuk kebutuhan pembangunan.

Kepercayaan terhadap Pemerintah Terjaga

Survei BRI juga menunjukkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah masih berada pada level positif.

Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 107,4, atau masih berada di atas angka 100.

Baca Juga: Warung Mendu di Jembatan Mendu Kranggan, Ngopi Santai Sambil Nikmati Jembatan Bambu Estetik

Penilaian tertinggi diberikan terhadap aspek kemampuan pemerintah dalam memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4.

Selanjutnya, aspek penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur memperoleh indeks 116,5.

Hery menilai, hasil survei tersebut menunjukkan UMKM masih memiliki daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi.

Meskipun menghadapi tekanan dari sisi daya beli, kenaikan biaya usaha, dan persaingan yang semakin ketat, optimisme terhadap prospek bisnis tetap menjadi modal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan.

Baca Juga: Villa Hitam Putih di Puncak, Nginap Estetik dengan View Hutan dan Infinity Pool Mewah

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang. BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tutup Hery.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
umkm bisnis bri