RADAR BOGOR - Perfilman Indonesia baru-baru ini dikejutkan oleh kabar bahagia. Film Jumbo, sebuah film animasi karya anak bangsa kini meledak ke panggung dunia. Jumbo, mendapatkan hak tayang di 40 negara di seluruh dunia.
Dikutip dari Instagram @folkative dan TikTok @cillacillo_, Visinema, selaku rumah produksi dari Film Jumbo ini, langsung mengkonfirmasi kebenaran kabar bahagia tersebut.
Mereka mengatakan bahwa Film Jumbo ini akan tayang di berbagai negara, dari Asia Tenggara sampai Amerika Latin. Berawal dari sebuah mimpi, kini menjadi kenyataan yang signifikan.
Pada Juni lalu, sutradara Film Jumbo, Ryan Adriandhy, menyatakan bahwa film tersebut akan memasuki 17 negara di seluruh dunia.
Pada saat itu saja sudah terdengar sangat luar biasa. Namun, kini naik dua kali lipat, mencapai 40 negara! Ini mirip dengan ledakan roket yang tak terduga.
Jumbo sudah tayang di beberapa negara, seperti Rusia, Belarus, Uzbekistan, sampe Kyrgyzstan di Asia Tengah, dan langsung disambut dengan antusias.
Selain itu, ada Uni Emirat Arab, Vietnam, Taiwan, dan Singapura. Sepertinya orang-orang yang berada di tempat tersebut masih menunggu tiket untuk menyaksikan petualangan Don dan gengnya.
Kesuksesan Jumbo di Indonesia dan di negara lain telah menjadi legenda. Bayangkan film ini sempat berada di bioskop selama dua bulan penuh dengan total penonton 10.230.000 orang. Ini adalah angka yang bikin orang geleng-geleng kepala.
Lebih mengejutkan lagi, Jumbo berhasil mengalahkan KKN di Desa Penari, film horor yang pernah menjadi raja box office Indonesia.
Meskipun KKN sangat terkenal dengan jutaan penonton, Jumbo datang sebagai animasi dan langsung mengambil alih.
Sutradara Jumbo, Ryan Adriandhy, kini tersenyum lebar. Ia yang menghidupkan cerita tentang Don, gajah kecil yang penuh mimpi, dan teman-temannya yang menyenangkan.
Ryan berhasil membuat film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga inspirasi bagi anak-anak dan orang dewasa dengan sentuhan animasi yang halus dan pesan moral yang dalam.
Sebagai produser, Visinema patut diapresiasi habis-habisan. Dengan ini membuktikan betapa industri mereka memiliki potensi yang besar.
Film ini dikelola dengan sangat baik dari skrip hingga distribusi, yang membuatnya siap untuk bersaing di pasar global yang kompetitif.
Jumbo adalah film animasi terbesar di Asia Tenggara dan menerima banyak penghargaan. Indonesia lewat Jumbo berhasil unggul di wilayah yang biasanya didominasi oleh produksi Jepang atau Korea.
Selain itu, prestasi 40 negara ini menunjukkan bahwa cerita universal Jumbo dapat diterima di mana pun.
Tema persahabatan, keberanian, dan lingkungan di film ini ternyata tidak memiliki batas geografis.
Selain itu, industri film Indonesia mendapat manfaat besar dari dorongan ini dari segi ekonomi.
Jumbo, film lokal dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, menunjukkan bahwa animasi dapat menjadi andalan ekspor budaya kita.
Tak hanya itu, Jumbo memberi kita pelajaran bahwa mimpi besar mungkin menjadi kenyataan. Perjalanan ini, dari bioskop lokal hingga layar lebar di 40 negara.
Sudah dibuktikan oleh Ryan dan tim Visinema bahwa Indonesia memiliki bakat yang mampu mencapai tingkat global.
Ini tidak hanya membawa optimisme bagi Film Jumbo sendiri, tetapi juga bagi industri film Indonesia.
Semoga karya-karya anak bangsa berikutnya dapat melakukan hal yang serupa, mengibarkan bendera merah putih di kancah dunia. (Mutia/BSI)
Editor : Yosep Awaludin