Sering Lupa Balas Pesan? Bisa Jadi Ini 8 Karakter Psikologis yang Kamu Miliki

Robecca Sesaria • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 23:08 WIB
Ilustrasi seseorang yang lupa membalas pesan (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi seseorang yang lupa membalas pesan (Pexels/Tima Miroshnichenko)

RADAR BOGOR - Pernahkah kamu merasa bersalah karena lupa membalas pesan teman, padahal kamu sudah membacanya?

Kebiasaan menunda atau melupakan balasan chat sebenarnya bukan selalu bentuk ketidakpedulian atau malas.

Dari sudut pandang psikologi, notifikasi pesan justru bisa menjadi pemicu stres tersendiri bagi sebagian orang.

Baca Juga: Wargi Bogor Tahu, 3 Perawatan Motor Ini Justru Kurang Berguna, Malah Bisa Bikin Rusak

Bagaimana seseorang merespons notifikasi ponsel sangat dipengaruhi oleh tipe kepribadian dan kondisi psikologisnya.

Dikutip dari laman YourTango, berikut adalah 8 karakter atau kondisi mental yang kerap membuat seseorang sering lupa atau sengaja menunda membalas pesan:

1. Perhatian yang Sangat Mudah Teralihkan

Bagi sebagian orang, melihat notifikasi muncul tidak serta-merta membuat mereka langsung membalasnya.

Baca Juga: Bansos BPNT PKH Susulan Belum Berakhir, Cek KKS yang Mulai Terisi September

Banyak yang berniat membalas setelah menyelesaikan pekerjaan yang sedang dipegang, namun fokus mereka terdistraksi oleh hal lain.

Tingginya screen time atau durasi menatap layar juga memperburuk kemampuan otak untuk tetap fokus pada satu tugas.

2. Selalu Mencari Stimulasi Baru (Novelty-Seeking)

Pemilik kepribadian novelty-seeking selalu haus akan hal-hal baru yang menarik perhatian.

Pesan teks yang masuk hanya terasa menarik selama beberapa detik pertama.

Setelah rasa penasaran itu hilang, membalas pesan terasa membosankan dan terus ditunda hingga akhirnya terlupakan.

Baca Juga: Belum Punya Sertifikat PPG, Bisakah Ikut Seleksi CPNS Guru? Ini Penjelasan Dirjen GTK

3. Mengalami Kecemasan Sosial (Social Anxiety)

Interaksi lewat pesan singkat tetaplah sebuah bentuk komunikasi sosial.

Bagi individu dengan kecemasan sosial, pesan masuk dapat memicu rasa cemas yang nyata.

Membiarkan pesan tidak terbalas sering kali menjadi mekanisme pertahanan diri untuk menghindari rasa tidak nyaman dari interaksi tersebut.

4. Cenderung Menghindari Emosi yang Berat

Baca Juga: 3 Rekomendasi Wisata Religi di Bogor, Cocok Buat Liburan Akhir Pekan Ini

Tidak semua pesan berisi obrolan ringan. Ketika sebuah pesan dinilai mengandung beban emosional yang intens, orang yang memiliki kecenderungan emotional avoidance akan memilih untuk tidak langsung merespons.

Sayangnya, kebiasaan menghindari emosi ini dapat merenggangkan hubungan dan berdampak buruk pada kesehatan mental jangka panjang.

5. Terjebak dalam Perfeksionisme

Sifat perfeksionis tidak hanya muncul dalam urusan pekerjaan besar, tetapi juga saat menyusun kalimat balasan chat.

Mereka bisa berkali-kali mengetik dan menghapus pesan demi mencari kata-kata yang "sempurna".

Karena takut responsnya dianggap kurang tepat, mereka akhirnya memilih untuk menundanya.

Baca Juga: Pencairan Bansos Tahap 4, KPM Validasi Bisa Terima PKH dan BPNT Bersamaan

6. Kesulitan Melakukan Task-Switching

Otak manusia pada dasarnya tidak dirancang untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain (task-switching) secara instan.

Bagi orang yang membutuhkan energi besar untuk berpindah fokus, menghentikan aktivitas utama hanya demi membalas pesan terasa sangat mengganggu.

Mereka berniat membalasnya nanti saat santai, tetapi akhirnya pesan itu terkubur.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Soroti Data Pembebasan Lahan R3, Minta Pemkot Duduk Bersama Warga

7. Sedang Berada dalam Kondisi Hyperfocus

Hyperfocus adalah keadaan di mana seseorang tenggelam sepenuhnya ke dalam satu aktivitas, hingga tidak menyadari lingkungan sekitarnya.

Saat seseorang berada dalam fase ini, notifikasi ponsel tidak akan mampu menembus konsentrasinya.

Mereka bukan tidak peduli, melainkan seluruh perhatiannya sedang tercurah secara utuh pada hal lain.

8. Otak Sedang Kewalahan dan Stres Kronis

Baca Juga: Kebakaran Lahan Ilalang di Dayeuh Cileungsi Bogor, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, otak berada dalam mode bertahan hidup.

Dalam kondisi kapasitas berpikir yang terkuras ini, membalas pesan menduduki prioritas paling bawah.

Otak secara otomatis mengabaikan segala sesuatu yang tidak dianggap mendesak untuk kelangsungan hidup saat itu.

Baca Juga: Dua Pelaku Curanmor di Cileungsi Bogor Ditangkap, Polisi Sita Kunci Letter T hingga Motor

Pada akhirnya, menunda balasan chat bukan selalu tanda tidak peduli, melainkan sinyal bahwa energi mental seseorang sedang terbatas.

Mari belajar lebih berempati, baik kepada diri sendiri yang sedang kewalahan, maupun kepada orang lain yang butuh waktu untuk merespons.***

Editor : Robecca Sesaria
psikologis pesan karakter