Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Krisis BBM Memuncak, Negara Gratiskan Transportasi Umum, Warga Diajak Tinggalkan Mobil Pribadi

Siti Dewi Yanti • Senin, 30 Maret 2026 | 02:25 WIB

Australia krisis mulai BBM.
Australia krisis mulai BBM.

RADAR BOGOR - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah mulai berdampak serius di Australia.

Menyikapi kondisi tersebut, dua negara bagian yakni Victoria dan Tasmania mengambil langkah tak biasa dengan menggratiskan layanan transportasi umum bagi masyarakat.

Kebijakan ini bersifat sementara, namun dinilai sebagai solusi cepat untuk menekan beban biaya hidup sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Minggu 29 Maret 2026, pemerintah Victoria menggratiskan seluruh layanan transportasi umum selama satu bulan penuh.

Sementara Tasmania menerapkan tarif nol dolar hingga awal Juli 2026.

Pemerintah Victoria mulai memberlakukan kebijakan ini pada 31 Maret hingga akhir April 2026.

Selama periode tersebut, masyarakat dapat menggunakan trem, kereta, serta bus metro dan regional tanpa biaya.

Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada penurunan pendapatan negara hingga sekitar 71 juta dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah.

Kepala Pemerintahan Victoria, Jacinta Allan menilai, langkah ini sebagai upaya konkret untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga BBM.

Ia menekankan, kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan pengeluaran warga, terutama biaya bahan bakar, meski belum bisa menjadi solusi menyeluruh atas krisis yang terjadi.

Selama program berlangsung, sistem tiket elektronik Myki akan dinonaktifkan dengan membuka seluruh gerbang akses.

Penumpang yang tetap melakukan tap kartu dan terpotong saldonya diberi kesempatan mengajukan pengembalian dana.

Untuk layanan di luar jaringan Myki seperti bus V/Line, penumpang tetap diwajibkan melakukan pemesanan tiket gratis demi memastikan ketersediaan kursi.

Namun, perjalanan kereta di luar jaringan tersebut tetap dapat diakses tanpa tiket.

Pemerintah memperkirakan lonjakan signifikan jumlah pengguna transportasi umum selama masa kebijakan ini.

Oleh karena itu, penambahan jadwal layanan dan armada telah disiapkan guna mengantisipasi peningkatan permintaan.

Di sisi lain, kebijakan serupa juga diterapkan di Tasmania.

Kepala Pemerintahan Tasmania, Jeremy Rockliff mengumumkan, layanan bus dan feri di Sungai Derwent akan digratiskan mulai 30 Maret hingga 1 Juli 2026.

Program ini diyakini mampu menghemat pengeluaran masyarakat antara 20 hingga 88 dolar AS per minggu, tergantung intensitas penggunaan transportasi.

Pemerintah setempat berharap langkah ini dapat membantu warga menghadapi tekanan ekonomi akibat naiknya harga energi.

Kenaikan harga BBM di Australia sendiri dipicu gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.

Bahkan, beberapa wilayah dilaporkan mengalami kelangkaan bahan bakar.

Rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk bensin pun meningkat sekitar 20 dolar AS per minggu sejak akhir Februari, khususnya bagi pengguna dengan konsumsi sekitar 35 liter.

Situasi ini mendorong sejumlah pihak di parlemen federal untuk mengusulkan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Senator David Pocock bersama Partai Greens mendesak agar transportasi umum digratiskan di seluruh Australia selama krisis berlangsung.

Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan masyarakat masih cenderung bertahan menggunakan kendaraan pribadi, meskipun harus menghadapi lonjakan harga bahan bakar.

Pemerintah pun berharap kebijakan transportasi gratis ini dapat menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat menuju moda transportasi yang lebih efisien dan ramah biaya. (mia/len)

Editor : Siti Dewi Yanti
#victoria #bbm #australia #tasmania #bahan bakar minyak