RADAR BOGOR – Kebakaran besar melanda kawasan Hutan Fontainebleau di Prancis.
Hingga Senin 13 Juli 2026 waktu setempat, api telah menghanguskan sekitar 1.300 hektare lahan hutan di wilayah yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Paris tersebut.
Bencana ini memicu keprihatinan dunia, karena Fontainebleau merupakan Cagar Biosfer UNESCO yang sangat dilindungi.
Kawasan ini merupakan rumah bagi lebih dari 5.800 spesies tumbuhan, 6.600 spesies hewan.
Serta memiliki keunikan geologi berupa hamparan batu pasir purba raksasa yang tidak ditemukan di belahan Eropa lainnya.
Pihak kepolisian setempat kini telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran sengaja yang memicu kehancuran ekosistem penting ini.
Baca Juga: Resep Gadon Sapi, Lauk Kukus Lembut Padat Nutrisi untuk MPASI hingga Dewasa
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Minggu 12 Juli 2026 di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah utara Prancis.
Kondisi cuaca kering dan angin kencang membuat api dengan cepat meluas ke sejumlah titik.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyebut api sempat muncul di dua lokasi berbeda.
Sekitar 1.200 hektare lahan terbakar di titik pertama, sementara titik lainnya menghanguskan sekitar 100 hektare.
Selain kekayaan ekologinya, Fontainebleau juga memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bekas lahan perburuan kerajaan Prancis sejak abad ke-10 yang kawasannya terhubung langsung dengan Istana Fontainebleau yang juga berstatus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Akibat kejadian ini, aktivitas warga dan sektor pariwisata turut terganggu. Layanan kereta cepat (TGV) sempat dihentikan, sementara sebagian ruas jalan tol A6 ditutup karena asap tebal yang mengganggu jarak pandang.
Untuk mencegah adanya korban jiwa, sekitar 1.000 warga setempat dan wisatawan telah dievakuasi dari area terdampak.
Pemerintah menduga kuat adanya unsur kesengajaan di balik bencana lingkungan ini.
“Terdapat sekitar 10 titik awal api dalam radius 1.000 meter, yang mengindikasikan adanya tindakan disengaja,” ujar Nuñez.
Salah satu tersangka yang ditangkap diketahui masih berusia 18 tahun dan diringkus di dekat lokasi kejadian.
Baca Juga: Spanyol Taklukkan Prancis 2-0, Oyarzabal cs ke Final Piala Dunia 2026
Saat diamankan petugas, tangan pemuda tersebut dipenuhi jelaga hitam dan ia kedapatan membawa pemantik api.
Sebanyak 600 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api secara bergantian di lapangan.
Selain itu, armada pesawat pengebom air (water bombing) telah melakukan ratusan kali penyiraman guna mengendalikan kepungan asap dan mengisolasi titik api agar tidak merembet ke area konservasi yang lebih dalam.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seluruh sumber daya darurat negara telah diturunkan sepenuhnya untuk menangani kebakaran ini.
Hingga kini, petugas gabungan masih bersiaga ketat di lokasi guna mengantisipasi munculnya bara api baru akibat cuaca kering. (Saniah/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin