Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tegang Lagi, Amerika Serikat Lumpuhkan Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Pelabuhan Iran

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:59 WIB
Kapal Tanker melintasi selat Hormuz.
Kapal Tanker melintasi selat Hormuz.

RADAR BOGOR - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak yang berupaya menerobos blokade di pelabuhan Iran. 

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (15/7) waktu setempat dan menjadi tindakan pertama sejak Washington kembali memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kapal tanker yang diketahui berbendera Curaçao itu tidak membawa muatan ketika dihentikan oleh pasukan Amerika Serikat. 

Baca Juga: BPN Lakukan Pengukuran Lahan, Ratusan Petani di Cigombong Bogor Deklarasikan Dukungan

Meski demikian, militer AS menilai kapal tersebut tetap melanggar ketentuan blokade yang baru diberlakukan.

Kapal Dihentikan dengan Rudal Hellfire

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan, operasi dilakukan menggunakan pesawat militer yang melepaskan rudal Hellfire ke bagian cerobong kapal tanker. 

Serangan itu bertujuan melumpuhkan kapal agar tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju Iran.

Dalam keterangannya melalui akun resmi di media sosial X, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut kapal yang diidentifikasi sebagai M/T Belma itu berhasil dihentikan sehingga tidak lagi melanjutkan perjalanan menuju wilayah Iran.

Langkah tersebut menjadi aksi penegakan blokade pertama sejak kebijakan itu kembali diberlakukan pada Selasa dengan waktu efektif pukul 20.00 GMT.

Dua Kapal Komersial Lain Juga Dialihkan

Selain menghentikan M/T Belma, CENTCOM juga mengungkapkan, dalam 24 jam pertama penerapan kembali blokade, pihaknya mengalihkan dua kapal komersial lain yang hendak melintas menuju kawasan pelabuhan Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat pernah menerapkan blokade serupa pada periode 13 April hingga 18 Juni.

Selama masa tersebut, militer AS mengaku telah melumpuhkan sembilan kapal dan mengalihkan lebih dari 140 kapal yang hendak menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran.

Baca Juga: Halte Biskita Penuh Coretan, Dishub Kota Bogor Diminta Segera Pasang CCTV

Blokade tersebut melarang seluruh kapal melakukan aktivitas pelayaran menuju ataupun keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran.

Blokade Kembali Berlaku Usai Kesepakatan Berakhir

Kebijakan blokade sebelumnya sempat dicabut setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai sebuah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada bulan lalu.

Kesepakatan itu bertujuan meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Namun, ketegangan kembali muncul setelah perselisihan mengenai Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama yang memicu memburuknya hubungan kedua negara.

Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Energi

Menanggapi diberlakukannya kembali blokade tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan Amerika Serikat agar bersiap menghadapi kemungkinan penutupan jalur-jalur ekspor minyak dan gas yang selama ini melayani kepentingan Washington beserta negara-negara sekutunya.

Meski demikian, IRGC tidak menjelaskan secara rinci jalur pelayaran maupun wilayah mana yang berpotensi menjadi sasaran langkah tersebut.

Pernyataan itu menambah kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global, mengingat kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
kapal iran amerika serikat