RADAR BOGOR – Peta kawasan Pasifik berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa tahun mendatang. Bougainville, wilayah otonom yang saat ini masih menjadi bagian dari Papua Nugini (PNG), menargetkan untuk menjadi negara merdeka pada 2030.
Presiden Bougainville, Ishmael Toroama, telah menetapkan tahapan politik menuju pemerintahan mandiri sebelum wilayah tersebut memproklamasikan kemerdekaan penuh dan berpisah dari Papua Nugini.
Mengutip laporan Islands Business, Pemerintah Otonom Bougainville berencana memasuki fase pemerintahan mandiri mulai 1 September 2027.
Baca Juga: Benarkah Bansos PKH BPNT Tahap 3 Resmi SI? Ini Cara Klarifikasi Rekening Terblokir
Sebelum tanggal tersebut, pemerintah akan menjalani masa persiapan dengan fokus memperkuat institusi, tata kelola pemerintahan, keamanan, serta kondisi ekonomi.
Toroama menegaskan bahwa rencana tersebut bukan keputusan yang dibuat berdasarkan dorongan emosional.
Menurutnya, langkah menuju kemerdekaan memiliki landasan hukum dan politik yang mengacu pada Perjanjian Perdamaian Bougainville, Bagian XIV Konstitusi Papua Nugini, serta sejumlah kesepakatan yang lahir setelah referendum.
Referendum yang digelar pada 2019 menjadi salah satu pijakan penting dalam perjuangan Bougainville. Saat itu, mayoritas pemilih mendukung pilihan merdeka dibandingkan mempertahankan status otonomi yang lebih luas.
Baca Juga: Pinjam Motor Alasan Jemput Adik, Pria di Gunung Putri Bogor Ditangkap di Kaki Gunung Merbabu
Dalam proses menuju pemerintahan mandiri, Bougainville akan mengambil alih sejumlah kewenangan tambahan sesuai dengan ketentuan Pasal 289 Konstitusi Papua Nugini.
Tahapan tersebut dipandang sebagai bagian penting sebelum Bougainville memasuki fase akhir menuju kemerdekaan. Pemerintah setempat menargetkan kemerdekaan penuh dapat diwujudkan pada 2030, meski tanggal pastinya masih akan ditentukan melalui proses politik selanjutnya.
Toroama juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Papua Nugini. Ia menyatakan Bougainville tetap berkomitmen membangun hubungan persahabatan dan kerja sama meski proses politik menuju kemerdekaan terus berjalan.
Baca Juga: Sabtu Malam di Warkap Cibinong Bogor Bakal Pecah! Ada Trimas Koplo hingga Karaoke Bareng, Gratis!
Di sisi lain, ia meminta masyarakat Bougainville tetap bersatu dan menjaga perdamaian yang telah dibangun selama proses negosiasi berlangsung lebih dari dua dekade.
Jika rencana tersebut terealisasi, Bougainville berpotensi menjadi salah satu negara baru di kawasan Pasifik dan secara geografis akan menjadi bagian dari lingkungan kawasan yang bertetangga dengan Indonesia.
Namun, perjalanan menuju kemerdekaan masih membutuhkan proses politik dan konstitusional antara Pemerintah Bougainville dan Papua Nugini sebelum status negara berdaulat benar-benar terwujud.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga