RADAR BOGOR – Perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok terus bergerak cepat.
Di tengah perubahan industri yang semakin bergantung pada otomatisasi, seorang guru muda bernama Chen Tianyu ikut mengambil peran dengan mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Pria berusia 28 tahun itu bahkan rutin memanfaatkan waktu luangnya untuk mengunjungi berbagai pabrik yang telah menerapkan sistem otomatisasi.
Langkah tersebut dilakukan agar pengetahuan yang ia ajarkan mengenai AI dan robotika tetap sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Seperti dilansir BBC World, Chen menggambarkan cepatnya perubahan teknologi dengan sebuah kalimat, “Saya baru saja tidur siang, tetapi ketika bangun dunia sudah berubah”.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pesatnya perkembangan otomatisasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Bola Piala Dunia 1986 di Laga Legendaris Kembali Dilelang, Harganya Bikin Geger
Guru Muda Ajarkan AI dan Robotika kepada Mahasiswa
Aktivitas Chen terlihat di ruang kelas Institut Teknik Hangzhou. Sekitar 30 mahasiswa tampak sibuk mengerjakan berbagai proyek pemrograman.
Salah seorang mahasiswa terlihat mengetik kode komputer dengan cepat sembari memantau pergerakan sebuah mesin di hadapannya.
Di dalam ruangan tersebut juga terdapat sejumlah robot industri yang dapat diprogram sesuai kebutuhan.
Di bagian lain kelas, sekelompok mahasiswa tengah mengembangkan perangkat medis dengan memanfaatkan teknologi robotika.
Saat memberikan pendampingan, Chen terus mengingatkan para mahasiswa mengenai pentingnya menguasai teknologi di tengah perubahan kebutuhan industri.
Menurutnya, kemampuan memahami AI dan robotika akan semakin menentukan peluang seseorang untuk tetap dibutuhkan dalam dunia kerja.
Chen memperingatkan bahwa mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan AI dan robotika berisiko tersingkir dari persaingan pekerjaan.
Investasi Besar Tiongkok untuk Teknologi Robotika
Perubahan yang terjadi di ruang kelas tersebut menjadi gambaran dari ambisi besar Tiongkok dalam mengembangkan teknologi.
Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, Tiongkok menggelontorkan investasi sekitar US$20 miliar atau setara dengan £14,7 miliar untuk memperkuat posisi negara tersebut dalam inovasi teknologi global.
Investasi itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Tiongkok untuk bersaing dengan Amerika Serikat dalam pengembangan teknologi masa depan.
Baca Juga: Kabar Gembira 3 Kebijakan Baru bagi Guru, Tenaga Pendidik Perbarui Data Berkala
Institut Teknik Hangzhou menjadi salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang dipersiapkan untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kemampuan teknologi tinggi.
Kampus tersebut berada di kawasan pinggiran Hangzhou, kota yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan kekaisaran.
Kini, Hangzhou berkembang menjadi salah satu pusat teknologi global dengan pembangunan kota yang semakin modern dan futuristik.
Lebih dari 2 Juta Robot Industri Beroperasi di Tiongkok
Percepatan perkembangan robotika juga terlihat jelas di sektor manufaktur Tiongkok.
Saat ini, lebih dari dua juta robot industri disebut telah digunakan di berbagai pabrik yang tersebar di seluruh negeri.
Jumlah tersebut menjadikan Tiongkok sebagai negara dengan penggunaan robot industri terbesar di dunia.
Populasi robot di sektor manufaktur juga terus bertambah seiring meningkatnya penerapan otomatisasi.
Baca Juga: Puluhan Ribu Rohingya Gelar Demo Besar, Tuntut Dunia Tak Lupakan Krisis Kemanusiaan
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi industri di Tiongkok tidak hanya berlangsung melalui pembangunan mesin dan pabrik, tetapi juga melalui penyiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi tersebut.
Kisah Chen Tianyu dan para mahasiswanya menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan vokasi di Tiongkok berusaha mengejar perkembangan AI dan robotika yang bergerak semakin cepat. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin