RADAR BOGOR - Siswa SD di Indramayu beberapa waktu lalu viral di media sosial usai mengungkapkan kondisi jalan rusak yang dilaluinya menuju ke sekolah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian menemui siswa SD tersebut didampingi sang ayah.
Sosok siswa SD yang tinggal di Blok Empang, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu sempat menyedot perhatian di jagat maya.
Pada momen pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, diketahui bahwa siswa itu saat ini duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD).
Pelajar perempuan bernama Abira Zahra itu mengaku pergi ke sekolah dengan jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh dan melintasi jalan rusak di kampungnya yang kerap diterjang banjir rob. Ia bersama keluarganya maupun puluhan warga lainnya tinggal di pesisir pantai kawasan Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Selain membahas kondisi jalan dan kampung tempat tinggalnya yang kerap terendam banjir rob, dalam obrolannya Dedi Mulyadi juga menanyakan berbagai hal sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Diketahui, ayah Abira merupakan buruh serabutan yang kadang menjadi sopir, sedangkan sang ibu kini bekerja di Hong Kong sebagai tenaga kerja wanita atau TKW. Namun orang tuanya telah berpisah. Abira pun sempat mengungkapkan kerinduan pada ibundanya yang kini berjuang mencari nafkah di luar negeri sebagai TKI.
Di sela-sela perbincangan soal kondisi Eretan Indramayu, mantan bupati Purwakarta itu juga sempat menanyakan cita-cita pada siswi SD tersebut.
"Udah gede mau jadi apa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Mau jadi gubernur," jawabnya polos yang kemudian disambut pujian oleh gubernur Jabar.
"Luar biasa hebat donk," kata gubernur Jabar.
Sementara itu terkait persoalan jalan di Blok Empang, Desa Eretan Wetan, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Bupati Indramayu Lucky Hakim menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar yang rencananya digunakan untuk merelokasi warga yang tinggal di pesisir pantai Eretan Wetan lantaran sering diterjang banjir rob.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kata Dedi juga akan turut membantu dalam proses memindahkan warga ke tempat yang lebih nyaman sehingga terhindar dari banjir rob yang selama ini dialami.
Nah, jika nanti direlokasi, maka jalan yang kondisinya sempat dikeluhkan itu tidak akan diperbaiki lantaran khawatir jika terus menerus diterjang banjir rob maka rumah warga akan itu terdampak.
"Dibangun jalan juga ngapain kalau rumahnya nanti hilang oleh banjir rob," ujar Dedi.
Usai berbincang dengan siswa SD yang sempat viral itu, Gubernur Jawa Barat kemudian memberinya bantuan sejumlah uang untuk biaya kebutuhan pendidikannya.
Editor : Eka Rahmawati