RADAR BOGOR - Berbagai kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuai pro dan kontra.
Hal tersebut, rupanya menjadi perhatian Dedi Mulyadi.
"Saya mengucapkan terima kasih pada kalian semua yang membuat diri saya, hari ini setiap hari berpikir ingat doa yang terpancar ada dua," jelas Dedi Mulyadi saat upacara hari kebangkitan nasional.
"Saya tidak menyebut doa rintihan, bisikan hati ada dua," sambung Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, ada yang berharap ini berhasil dan ada yang berharap ini gagal.
"Siapa yang berharap ini berhasil? Mereka adalah kaum-kaum nasionalis yang mencintai bangsa ini," kata Dedi Mulyadi.
"Siapa yang berharap ini gagal? para nyinyir dan para pembenci yang menjadikan politik sebagai tujuan hidupnya tanpa pernah bisa membedakan mana kepentingan politik dan mana kepentingan kebangsaan," jelas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, walaupun kebijakannya baik tapi karena beda dengan politiknya maka mengatakan buruk.
Selain itu, kata Dedi Mulyadi, walaupun kebijakannya buruk tapi karena sama dengan politiknya maka dikatakan baik.
"Ini orang yang tidak punya spirit nasionalisme," tegas Dedi Mulyadi.
"Dia hidup mempertuhan politik dalam setiap waktu," ungkap Dedi Mulyadi.
"Saya katakan dia hidup mempertuhan politik dalam setiap waktu. Meskipun lidahnya berkata bertuhan pada Allah, tetapi hatinya dalam setiap hari hasud dan menjadikan politik sebagai tujuan hidup," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim