RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan siswa Sekolah Kebangsaan dengan orang tua masing-masing di peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025.
Di tengah acara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan para ibu untuk menemui anaknya yang menjalani pendidikan kedisiplinan di barak militer.
Saat bertemu sang anak, para ibu langsung menangis, bahkan pingsan. Tidak sedikit siswa Sekolah Kebangsaan yang bersujud langsung di hadapan orang tua.
Sayangnya, sejumlah siswa tidak merasakan hal yang sama karena orang tua mereka tidak datang.
Melihat hal tersebut, Dedi Mulyadi memerintahkan kepada beberapa siswa untuk mendatanginya.
"Yang ibunya tidak datang, kamu lari ke sini," sebutnya.
Para siswa tersebut langsung mendatangi Gubernur Jawa Barat. Terdengar suara tangis pecah saat memeluk Dedi Mulyadi.
"Bapak," tutur salah satu siswa sambil menangis di pelukan Dedi Mulyadi.
Salah satu anak yang mendatangi Dedi Mulyadi, mengatakan dirinya sudah tidak memiliki orang tua.
"Yatim Piatu Pak," ucapnya.
Saat ditanya asal sekolah, siswa tersebut menuturkan, berasal dari Bogor.
"Kamu semangat. Kamu sekolah di mana?" tanya Dedi Mulyadi
"SMA 4 Bogor," jawab siswa tersebut.
"Kelas berapa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Kelas 1," ujar siswa asal Bogor tersebut.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, siswa yang orang tuanya tidak datang akan diangkat menjadi anak.
"Kalian semua jadi anak saya," tuturnya.
Jika bersedia tinggal di Bandung, Dedi Mulyadi menyebutkan, para siswa tersebut akan disekolahkan.
"Engga usah balik ke rumah. Kalau balik ke rumah, saya khawatir malah nanti berubah lagi," pungkasnya.
Dedi Mulyadi menanyakan kesediaan semua siswa yang mendatanginya.
"Mau engga? Kamu jadi anak asuh saya semuanya. Kamu disekolahin sama saya, nanti diurus kepindahannya," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, siswa tersebut akan tinggal di Gedung Pakuan Bandung.
"Di Pakuan, udah banyak ruangan. Mau engga? Mau semuanya?" tanyanya.
Para siswa, Dedi Mulyadi menyampaikan, akan didata Sekda Jabar.
"Nama-namanya siapa, semuanya jadi anak Dedi Mulyadi semua," tandasnya.
Dedi Mulyadi menawarkan para siswa tersebut untuk kuliah di Bandung.
"Aku urus kamu jadi tentara, persiapannya dari sekarang," lanjutnya
Saat ditawari masuk akademi angkatan darat, sejumlah siswa siap mengikuti.
"Kamu persiapan dari sekarang, tinggal di Bandung, dididik oleh saya, diarahkan saya semua," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti