Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Kota Bogor Soroti Parkir hingga Sirkulasi Udara di Pasar Jambu Dua

F
Penulis: Fikri Rahmat Utama❯
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus saat meninjau Pasar Jambu Dua. (Dok. Humas DPRD Kota Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus saat meninjau Pasar Jambu Dua. (Dok. Humas DPRD Kota Bogor)

Advertisement

RADAR BOGOR – Meski mengapresiasi hasil penataan fisik Pasar Jambu Dua, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus menilai masih ada sejumlah aspek yang harus segera dibenahi. Mulai dari kapasitas parkir, akses transportasi publik, penataan arus pengunjung, hingga sirkulasi udara di sentra kuliner lantai dua.

Catatan tersebut disampaikan Rifki usai mengikuti peninjauan Pasar Jambu Dua bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta jajaran Pemerintah Kota Bogor, Senin, 29 Juni 2026.

"Hari ini kami mengikuti peninjauan langsung ke Pasar Jambu Dua bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor, dalam hal ini Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, beserta jajaran Pemkot, untuk memastikan kesiapan fasilitas serta kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja," ujar Rifki.

Berdasarkan hasil peninjauan, Rifki mengapresiasi kondisi bangunan Pasar Jambu Dua yang dinilai jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kios dan los pedagang telah tertata dengan baik, disertai fasilitas pendukung seperti area parkir, jalur bongkar muat barang, dan sarana umum lainnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor yang terus melakukan pembenahan akses jalan menuju kawasan pasar untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Advertisement

Meski demikian, Rifki menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pengelola maupun Pemerintah Kota Bogor agar pasar dapat berfungsi secara optimal.

"Masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, terutama optimalisasi kapasitas parkir, akses transportasi, penataan arus pengunjung, kebersihan, keamanan, dan perlu ditambahkannya seperti kipas atau blower untuk di lantai dua yang saat ini menjadi sentra kuliner," jelas Rifki.

Menurut Rifki, keberadaan kipas atau blower di area kuliner menjadi penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih betah beraktivitas di dalam pasar.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi pasar tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan. Tingginya aktivitas jual beli dan jumlah pengunjung juga menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan pasar tradisional.

"Pasar yang bagus harus diikuti dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi, sehingga para pedagang dapat memperoleh penghasilan yang layak," tuturnya.

Advertisement
Editor : Eka Rahmawati
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wajah Baru Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Lantai Atas Disulap Jadi Sentra Kuliner

Wajah Baru Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Lantai Atas Disulap Jadi Sentra Kuliner

Sentra kuliner di Pasar Jambu Dua Kota Bogor jadi idola baru. Lokasi itu banyak digandrungi pelanggan.

Pasar Jambu Dua Bogor Meledak, 500 Kios Kuliner Anak Muda Ludes Diserbu

Pasar Jambu Dua Bogor Meledak, 500 Kios Kuliner Anak Muda Ludes Diserbu

Lari manis, ratusan kios yang ada di lantai 2 Pasar Jambu Dua Bogor ludes disewa, kebanyakan kuliner anak muda viral.

Dari Teras Rumah, Kini Seblak Mala Punya Ruko di Pamijahan Bogor

Dari Teras Rumah, Kini Seblak Mala Punya Ruko di Pamijahan Bogor

Berawal dari teras rumah, Mala kembangkan Seblak Raos Pisan hingga memiliki ruko dan empat pegawai. Simak perjalanan UMKM kuliner di Bogor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer