RADAR BOGOR - Dalam menjalankan roda pemerintahannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dituntut untuk terus bergerak dan berinovasi.
Di lingkungan Pemprov, salah satunya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi harus melakukan rotasi mutasi para pejabat.
Dalam podcast bersama Helmy Yahya, Sekda Jawa Barat yakni Herman Suryatman mengungkapkan penyebab hingga dasar pergantian kepala dinas.
Helmy Yahya menanyakan kepada Herman Suryatman bahwa Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat yang melanjutkan kepemimpinan dari Plt yakni Bey Triadi Machmudin apakah ada pergantian kepala dinas.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Herman Suryatman menjelaskan, mutasi rotasi tingkat eslon dua normatif karena memang kebutuhan organisasi.
Menurut Sekda Jawa Barat, ada beberapa kepala dinas yang pensiun lalu diisi dan sepenuhnya merujuk sistem merit.
Lebih lanjut Herman Suryatman mengatakan, Jawa Barat sudah melaksanakan sistem merit berbasis kualifikasi kompetensi kinerja dan 100 persen Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengembalikan kepada sistem.
"Kami ada talent pool namanya, jadi jabatan-jabatan yang kosong kami ambil kandidatnya dari talent pool," kata Herman Suryatman.
Menurut Herman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklarifikasi siapa orangnya, background-nya, seperti apa kualifikasi, kompetensi kinerja dan pihaknya menyiapkan data orang terbaik.
Sekda menegaskan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung memberikan atensi.
Herman Suryatman menuturkan, tidak ada cerita Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membawa orang sendiri dan bongkar pasang pejabat.
Bahkan, sambung Herman Suryatman, pada saat berbicara tentang penempatan orang-orang, pihaknya menyiapkan kandidat berdasarkan sistem merit, berdasarkan talent pool.
Herman memaparkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sendirian langsung berdasarkan keyakinan tidak ada orang lain.
"Jadi kami dari tim penilai ASN langsung bisa berhadapan dengan beliau, diskusi dan kemudian memutuskan," tutur Herman Suryatman.
"Kami memberikan input berdasarkan data yang ada di talent pool," ucap Herman Suryatman.
Kemudian, jelas Herman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ngambil keputusannya 100 persen berdasarkan talent pool. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim