RADAR BOGOR - Ketua RT Gen Z yang viral di media sosial usai membuat proyek memperbaiki jalan di wilayah di Koja Jakarta Utara bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ketua RT itu datang bertemu gubernur Jawa Barat bersama sekretaris, bendahara, dan juga sang ayah.
Dedi Mulyadi mengungkapkan alasannya bertemu dengan Ketua RT Gen Z itu di antaranya karena pada salah satu video Sahdan menyebut nama dirinya dan terinspirasi dari gubernur Jawa Barat.
Sosok ketua RT Gen Z yang berusia 20 tahun itu bernama Sahdan Arya Maulana dan sedang menempuh pendidikan Jurusan Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Ia baru dua bulan menjabat sebagai ketua RT di wilayah Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Dalam pertemuan dengan gubernur Jawa Barat sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, motivasinya menjadi ketua RT karena pesan orang tuanya yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Kampanye yang dilakukan dengan bersilaturahmi ke masyarakat.
Meskipun masih tergolong muda, dia berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan Ketua RT di wilayah Koja, Jakarta Utara tersebut.
Pada pertemuan itu Dedi juga menanyakan masalah di lingkungannya selama dia menjabat sebagai ketua RT.
Tak hanya itu Dedi pun meminta Sahdan menceritakan proyek perbaikan jalan yang dilakukannya bersama para pengurus RT serta warga sekitar.
Ia lalu mengungkapkan bawa dana terkumpul dari gotong royong warga yang antusias ikut membantu untuk mengecor jalan di wilayahnya. Ketua RT itu memiliki rencana untuk melanjutkan perbaikan jalan lain di wilayahnya secara bertahap di wilayah Koja, Jakarta Utara.
Setelah video perbaikan jalan ini viral, Ketua RT Gen Z itu pun mendapatkan apresiasi dan dukungan dari wali kota Jakarta Utara hingga ada bantuan untuk memperbaiki lagi jalan di wilayahnya.
Ketua RT Gen Z itu kemudian mengungkapkan kekagumannya terhadap Dedi Mulyadi dan terinspirasi dari kinerjanya.
“Karena saya sangat suka ketika melihat Bapak bekerja gitu langsung turun ke lapangan, dan merangkul masyarakat-masyarakat yang susah juga, dan tegas juga,” ujar Sahdan. ***