Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saksi Mata Ceritakan Kronologi di Pesta Rakyat Pernikahan Maula Akbar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Maaf

Asep Suhendar • Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:28 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan orang tua korban meninggal dunia dalam acara syukuran pernikahan anaknya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan orang tua korban meninggal dunia dalam acara syukuran pernikahan anaknya.

RADAR BOGOR - Salah satu saksi mengungkap peristiwa yang terjadi pada acara syukuran atau pesta rakyat atas pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Saksi tersebut bercerita kejadian di pesta rakyat itu kepada Dedi Mulyadi, saat Gubernur Jawa Barat itu datang ke rumah salah satu korban meninggal dunia untuk menyampaikan bela sungkawa. 
 
"Ibu saya minta maaf ya, atas nama Maula dan Putri yang syukuran acara pernikahan sampai anak ibu meninggal dunia, mohon maaf banget," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71.
 
Baca Juga: 3 Orang di Garut dan 2 Orang di Cimahi Meninggal Dunia, Gubernur Jawa Barat Ungkap Penyebabnya, Dedi Mulyadi: Ini Adalah Bahan Evaluasi Kita
 
 
Mendengar permohonan dari Dedi Mulyadi, ibu korban mengatakan bahwa ia telah memaafkannya, dan menganggap kejadian tersebut sudah menjadi takdir dari yang kuasa. 
 
"Wios bapak, atos takdirna panginten, (Gak apa-apa bapak, sudah menjadi takdirnya sepertinya)," sahut ibu korban.
 
Setelah itu, wanita tersebut juga menjelaskan bahwa ia berjualan di alun-alun Garut tersebut, sehingga ketika acara berlangsung ia berada di sana bersama anaknya.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Ambil Alih Situ Bagendit di Garut Kalau Warga dan Bupati Tidak Segera Menyelesaikan Ini
 
Tapi, selang berapa lama sang anak diajak oleh teman-temannya untuk ikut dengan rombongan warga lain yang akan menikmati hidangan makan gratis yang disediakan oleh Maula Akbar dan Putri Karlina. 
 
Sang ibu mencoba untuk mencari keberadaan korban, tapi setelah mencari ke sana ke mari anaknya tersebut tidak kunjung ia temukan. Padahal, korban sedang mengantri untuk mendapatkan makanan tersebut.
 
"Jalmina seueur pisan eta teh (Orangnya banyak banget bukan pada saat itu)," tanya Gubernur Jawa Barat. 
 
Baca Juga: Menilik Tanjakan di Sawangan Depok yang Rawan Kecelakaan, Pengendara Harus Lebih Hati-Hati
 
Seorang wanita yang mengaku berada di lokasi kejadian mengatakan, bahwa pada saat itu ada banyak masyarakat yang datang dari berbagai daerah termasuk luar Jawa Barat. 
 
 
Selain itu, ia juga menceritakan terkait pintu gerbang alun-alun tersebut yang menurutnya menjadi salah satu penyebab orang menumpuk di lokasi kejadian. 
 
"Soalna kan buka tutup bapak si lawang teh henteu digemblangkeun sadayana. Janten buka tutup, janten kan anu tos lebet anu di pengker teh janten pasurung-surung," jelasnya.
 
Baca Juga: Perkelahian Antar Pelajar Masih Marak di Kota Bogor, DPRD Minta Sekolah Gencarkan Kegiatan Esktrakulikuler 
 
 
Terkait masalah gerbang tersebut, Dedi Mulyadi pun tidak mengetahui akan hal itu. Bahkan Gubernur Jawa Barat ini juga tidak tahu, bahwa akan digelar acara tersebut pada hari itu.
 
"Abdi teh teu uninga yen aya acara ieu (Saya nggak tahu kalau ada acara ini)," pungkas Dedi Mulyadi.
Penampilan kesenian Gendang Beleq sedot animo wisatawan yang datang ke Bunny Beach Carnival Gili Trawangan, Sabtu (19/7).
Penampilan kesenian Gendang Beleq sedot animo wisatawan yang datang ke Bunny Beach Carnival Gili Trawangan, Sabtu (19/7).
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #pesta rakyat