Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Ungkap Keluhan Warga dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jabar, Dedi Mulyadi: Setiap Hari Rakyat Bercerita

Asep Suhendar • Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato di acara Rapat Paripurna DPRD Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpidato di acara Rapat Paripurna DPRD Jabar.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keluhan masyarakat di media sosial saat menyampaikan pidato di acara Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar Selasa, 19 Agustus 2025 kemarin.

Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mayarakat kini banyak sekali yang mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan air bersih di Jabar.
 
"Hari ini kita melihat fakta, setiap hari rakyat bercerita apa? Bercerita tentang air bersih yang sulit didapatkan," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
 
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu juga mengungkapkan keluhan masyarakat tentang gedung sekolah yang dinilai sudah tidak layak untuk digunakan.
 
Baca Juga: Momen Lesti Kejora Tampil pada Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar di Gedung DPRD, Dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
 
"Bercerita tentang apa? Gedung-gedung sekolah yang mau roboh tanpa toilet," sambungnya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
 
Ditambah lagi dengan keluhan jalan rusak di berbagai wilayah di Jabar juga turut dijelaskan oleh Dedi Mulyadi di hadapan para pejabat daerah yang hadir pada momen tersebut. 
 
Terlihat raut wajahnya yang cukup sedih ketika menceritakan tentang kondisi anak-anak di sebagian wilayah Jabar yang harus menyeberangi sungai hanya untuk mengenyam pendidikan.
 
Baca Juga: Ceritakan Balita Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing di Sukabumi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan Ini di Hadapan Pejabat Daerah
 
"Jalan-jalan pemukiman yang rusak, jembatan-jembatan yang mau roboh, anak-anak menyebrang Sungai Citarum menggunakan rakit anak-anak bergelantungan di kawat pengikat di Garut dan Sukabumi hanya untuk sekolah," ungkapnya. 
 
Dedi mengatakan, bahwa semua yang ia ceritakan bukan isapan jempol semata, melainkan, fakta yang sebenernya terjadi di Jawa Barat. 
 
Menurut, masyarakat kini sudah mengenal media sosial, sehingga mereka dapat dengan mudah menyampaikan keluhan di wilayahnya masing-masing. 
 
Baca Juga: Tidak Harus Jauh-Jauh Datang ke Lembur Pakuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Kepala Desa Buka Ruang Rumahnya untuk Dikunjungi Warga
 
Oleh karena itu, dengan adanya demonstrasi yang terbuka seperti saat ini, Dedi Mulyadi berharap, di Jawa Barat harus melahirkan pemimpin yang peka terhadap penderitaan rakyatnya. 
 
"Harus melahirkan pemimpin yang peka, harus melahirkan apa? Birokrat yang dia sidik sakti indra waspada," jelasnya. 
 
Dalam hal ini, Dedi Mulyadi ingin adanya birokrat di Jabar yang memang jiwa dan raganya paham dengan keluhan dan keinginan masyarakat Jawa Barat.***
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat