Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Buka Fasilitas Pengolahan Limbah Plastik, Warga Diminta Aktif Pilah Sampah dari Rumah
Kholikul Ihsan• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam sebuah acara.
RADAR BOGOR - Jawa Barat kembali tancap gas dalam upaya penanganan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meresmikan fasilitas pengolahan limbah plastik di Hyundai Waste Recycling Center, Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis 16 Oktober 2025 lalu.
Fasilitas milik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) ini diproyeksikan menjadi game changer, tidak hanya dalam mengatasi pencemaran limbah plastik, tetapi juga dalam menciptakan ekonomi sirkular yang nyata.
Pusat pengolahan limbah yang mulai dibangun sejak Mei 2025 ini memiliki misi ganda:
- Mengurangi Beban Sampah: Target utama adalah menekan volume sampah plastik secara signifikan, mengurangi tekanan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
- Menciptakan Nilai Tambah: Limbah plastik didaur ulang hingga menjadi biji plastik yang merupakan bahan dasar produk komersial bernilai ekonomi tinggi. Hal ini secara langsung memberikan manfaat ekonomi bagi warga lokal.
“Ini daur ulang sampah yang sangat produktif, keren pokoknya,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar usai meninjau langsung proses pengolahan limbah tersebut bersama Bupati Bekasi dan jajaran direksi HMMI.
Lebih dari sekadar pabrik pengolahan, Hyundai Waste Recycling Center juga berfungsi sebagai pusat edukasi mengenai dampak buruk limbah plastik dan pentingnya daur ulang.
Dedi Mulyadi berharap besar agar inisiatif ini tidak hanya berhenti di HMMI, tetapi menjadi contoh inspiratif (benchmark) bagi perusahaan-perusahaan industri lainnya di Jawa Barat.
“Ke depan saya minta ini jadi contoh dan masyarakat juga harus aktif memilah sampah dari rumah.”
Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, industri besar, dan partisipasi aktif masyarakat ini dinilai sebagai formula kunci Jawa Barat untuk mengimplementasikan green economy dan memastikan keberlanjutan lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan industri.***
Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji (Idemitsu Honda Team Asia) dijatuhi penalti turun tiga posisi start. Editor : Eka Rahmawati