Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ngaji Bareng Gus Iqdam Dipadati Ribuan Santri, Ketua PCNU Kota Depok Sebut 20 Tahun Tidak Bisa Injak Halaman Balaikota dan Ini Sejarah untuk Santri

Ahmad Sopyan • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 09:03 WIB
Ribuan jamaah hadiri Ngaji Bareng Gus Iqdam di Balaikota Depok, Jumat 23 Oktober 2025 malam.
Ribuan jamaah hadiri Ngaji Bareng Gus Iqdam di Balaikota Depok, Jumat 23 Oktober 2025 malam.

RADAR BOGOR - Ribuan jamaah dan santri dari berbagai wilayah padati acara puncak Hari Santri Nasional (HSN) Kota Depok, Jumat 24 Oktober 2025 malam.

Mereka datang berbondong-bondong, menggunakan sepeda motor mobil hingga bus untuk menghadiri acara pengajian tersebut.

Kegiatan seperti ini menjadi momen bersejarah bagi Santri dan warga NU Kota Depok.

Dimana sudah puluhan tahun tak bisa menggelar kegiatan sebesar ini di Balaikota Depok.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Kiai Achmad Solechan.

Ia menyebut kegiatan Ngaji Bareng Gus Iqdam di Depok Open Space, Balaikota Depok, sebagai momen bersejarah bagi para santri dan warga NU di Depok.

Ia mengatakan, kegiatan NU seperti ini sebelumnya sulit dilakukan di Kota Depok

“Di halaman Balaikota ini sejarah. 20 tahun kita tidak bisa menginjak (mengadakan kegiatan NU di balaikota) begini,” kaya Kiai Achmad Solechan di hadapan ribuan jamaah yang memadati area Balaikota Jumat malam kemarin.

Ia mengatakan, terselenggaranya pengajian akbar di jantung pemerintahan Kota Depok menjadi simbol keterbukaan dan kolaborasi baru antara pemerintah kota dengan kalangan santri.

“Alhamdulillah perjuangan kita hari ini mendapatkan Pak Wali Kota yang seorang santri, Bapak Dr. Haji Supian Suri,” ujarnya.

Ia menilai, hadirnya Wali Kota Supian Suri yang berlatar belakang santri menunjukkan arah perubahan Depok menuju kota yang lebih inklusif, toleran, dan mengayomi semua warganya.

Dengan semangat kolaborasi ini, menunjukkan bahwa Depok betul-betul kota yang toleran, kota yang inklusif, yang melayani seluruh warganya.

Kegiatan Ngaji Bareng tersebut disebut menjadi hasil gotong royong banyak pihak.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada asosiasi pedagang ayam Kota Depok, komunitas Forkabi, serta Ansor dan Banser NU yang ikut terlibat dalam pengamanan acara.

Kiai Achmad juga menyinggung makna Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober, sebagai momentum mengingat perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ia menegaskan, keberadaan santri menjadi pondasi berdirinya negara.

“Tanpa resolusi jiwa Nahdlatul Ulama, NKRI ini tidak bisa berdiri,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa para pejabat yang kini menikmati fasilitas dan kedudukan tidak boleh lupa pada pengorbanan para santri terdahulu.

“Kalau Pak Wali Kota tidak mendukung santri, kualat nantinya. Karena dapat gaji dan fasilitas dari darah perjuangan para santri,” ujarnya.

Kiai Achmad menegaskan, Depok kini telah membuka lembaran baru sebagai kota yang bersahabat dengan semua kalangan, termasuk para santri.

“Hari ini membuktikan Kota Depok betul-betul bersama santri,” tuturnya.

Ia berharap, momentum kebersamaan tersebut menjadi awal perubahan besar bagi Kota Depok, terutama dalam sektor pendidikan dan pembangunan madrasah.

“Mudah-mudahan Pak Wali Kota berjalan lancar, infrastruktur lancar, pendidikan lancar, untuk madrasah-madrasah juga,” tukasnya.

Sementara itu Walikota Depok, Supian Suri menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh keluarga besar NU dan panitia penyelenggara yang telah menghadirkan Gus Iqdam.

Ia juga memberi apresiasi khusus kepada komunitas tukang ayam se-Kota Depok dan jajaran FORKABI yang ikut memeriahkan acara tersebut.

“Yang kedua dalam kesempatan hari ini izinkan saya ucapkan terima kasih khususnya pada Gus Iqdam dan seluruh panitia yang telah menghadirkan kegiatan ini,” ujarnya.

Supian juga menyampaikan harapannya agar Kota Depok menjadi kota yang maju, nyaman, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warganya.

Dia pun memohon doa dan restu dari para jamaah agar upaya membangun Depok berjalan lancar.

“Mohon doanya, mudah-mudahan Depok menjadi kota yang maju dan menjadi kebanggaan buat kita semua,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Supian tak lupa meminta maaf jika dalam pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan.

Ia mengaku bangga bisa berada di tengah ribuan jamaah yang dengan antusias datang untuk mengikuti pengajian bersama Gus Iqdam. (FAJ)

Editor : Alpin.
#kota depok #Pengajian Akbar #nu #gus iqdam