Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Terbang ke Aceh Jemput Warga Jabar yang Jalan Kaki 2 Hari Tanpa Makan

Khairunnisa RB • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:01 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama warga Jabar di Aceh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama warga Jabar di Aceh

RADAR BOGOR - Kisah pilu puluhan warga Jawa Barat yang terlantar di Aceh akhirnya berakhir haru karena disorot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Setelah berjalan kaki selama dua hari dua malam tanpa makan dan hanya minum air mentah di Aceh, para pekerja asal Cirebon dan Sukabumi itu dijemput langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Penjemputan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini bermula dari proyek pembangunan di wilayah Aceh Tengah. Puluhan warga Jawa Barat bekerja sebagai buruh bangunan di proyek tersebut.

Namun bencana alam yang melanda Aceh membuat proyek terhenti total.

Sejak saat itu, gaji tak dibayarkan, kontraktor menghilang, dan para pekerja kehilangan harapan.

Selama hampir tiga minggu mereka bertahan dalam kondisi serba kekurangan.

Uang habis, logistik menipis, dan tak ada kejelasan kapan bisa pulang.

Kondisi terburuk terjadi ketika sekitar 20 orang terpaksa berjalan kaki dari wilayah Pame menuju Kecamatan Gempang, menembus hutan dan medan berat selama dua hari dua malam.

“Kami dua hari enggak makan, minum air mentah,” ujar salah satu pekerja dengan suara bergetar.

Dalam kondisi lemah, mereka akhirnya bertemu relawan asal Sukabumi yang sedang mendistribusikan bantuan beras ke desa-desa terisolasi.

Dari pertemuan inilah cerita penderitaan warga Jawa Barat itu sampai ke telinga Dedi Mulyadi.

Tanpa menunggu lama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbang langsung ke Aceh.

Ia mendatangi lokasi pengungsian, menyapa satu per satu warganya, menanyakan asal daerah, kondisi keluarga, hingga memastikan apakah mereka sudah makan.

“Ini bukan soal pencitraan. Ini tanggung jawab gubernur. Rakyat saya sengsara di Aceh, ya saya datang,” tegas Dedi.

Di Banda Aceh, Dedi mengumpulkan seluruh warga Jawa Barat yang terlantar.

Ia mengecek data secara langsung jumlah orang, asal daerah, status tiket, hingga kondisi kesehatan.

Mayoritas berasal dari Cirebon, sisanya dari Sukabumi dan sekitarnya. Total 47 orang dipastikan bisa pulang ke Jawa Barat.

Tak hanya memulangkan, Dedi memastikan kepulangan mereka dilakukan secara bermartabat.

Seluruh warga difasilitasi tiket pesawat, sehingga tak ada lagi yang harus berjalan kaki.

Selain itu, Dedi memberikan uang bekal Rp2 juta per orang agar mereka bisa bertahan hidup setibanya di kampung halaman.

“Pulang saja tidak cukup. Mereka harus punya bekal buat keluarga,” ujarnya.

Momen paling mengharukan terjadi ketika Dedi bertemu seorang anak kecil yang kehilangan ibunya di Aceh.

Sang ayah adalah buruh bangunan yang kini harus pulang ke Sukabumi sendirian bersama anaknya.

Tanpa ragu, Dedi memberikan bantuan tambahan hingga Rp10 juta dan menjamin pendidikan anak tersebut di Jawa Barat.

“Nanti sekolah di Jawa saja. Negara tidak boleh meninggalkan anak yatim,” ucap Dedi.

Di sela-sela kunjungannya, Dedi juga bertemu para relawan yang rela menjual ternak demi membantu korban bencana.

Ia menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya karena perbedaan daerah.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #aceh