Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Perintahkan Ada Pengaturan Mata Air Gunung Ceremai, Dedi Mulyadi: Evaluasi Perizinan BBWS!

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 20 Januari 2026 | 03:15 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat di kaki Gunung Ceremai.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat di kaki Gunung Ceremai.

RADAR BOGOR - Saat berada di kawasan kaki Gunung Ceremai, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Ukas Suharfaputra.

Dalam kesempatan tersebut, Ukas menjelaskan, pengelolaan dan pembagian pemanfaatan air di area tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ukas memaparkan, berdasarkan pengaturan BBWS, PAM Tirta Kamuning hanya mendapatkan porsi pemanfaatan air sebesar 20 persen.

Sementara itu, 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan alam, dan 30 persen untuk masyarakat sekitar.

Saat suasana mulai memanas, sejumlah warga mempertanyakan bagian mana yang dikategorikan sebagai alokasi untuk alam maupun masyarakat.

Menurut Ukas, hal tersebut bukan ranah PAM Tirta Kamuning, karena pihaknya hanya mengajukan izin dan menerima ketentuan yang ditetapkan BBWS.

Ia menambahkan, pihak penyidik BBWS sebelumnya juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Namun, Ukas menyerahkan sepenuhnya pada BBWS apabila ada hal yang harus diperbaiki, termasuk terkait proses perizinan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat menilai, BBWS juga perlu dievaluasi.

Ia menegaskan, sungai seharusnya tetap terbuka dan apabila tertutup, kondisi tersebut sudah dianggap melanggar ketentuan tata kelola sungai.

Dedi Mulyadi menyoroti, keberadaan pipa-pipa besar yang melintang di lokasi.

"Tidak boleh mengganggu siklus alami aliran air," kata KDM (sapaan Dedi Mulyadi).

Ukas menjelaskan, setiap pemasangan pipa dilakukan melalui proses perizinan dan kajian teknis.

Ia memastikan, kebutuhan masyarakat sekitar telah diperhitungkan dalam proses tersebut.

Namun, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, kajian mengenai pemenuhan kebutuhan air masyarakat belum pernah dipresentasikan secara menyeluruh.

Dedi Mulyadi, meminta agar seluruh proses terkait pengelolaan mata air dan pemasangan pipa dikaji ulang untuk memastikan hak masyarakat sekitar benar-benar terpenuhi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan, pentingnya penataan ulang agar konflik pemanfaatan air di kawasan kaki Gunung Ceremai dapat diselesaikan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #Gunung Ceremai #gubernur jawa barat #bbws