RADAR BOGOR - Pembangunan SMA dan SMK negeri di Kawarang yang sempat tertunda menjadi perbincangan yang hangat belakangan ini.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lantas menjelaskan alasan di balik keterlambatan pembangunan sekolah menengah atas di wilayah tersebut.
Menurut Dedi Mulyadi, penundaan jadwal pembangunan tersebut dikarenakan area tanah yang akan digunakan berpotensi banjir.
Hal itu tentu menjadi salah satu pertimbangan yang harus dipikirkan dengan sangat matang guna terciptanya kondusif siswa dalam proses pembelajaran.
"Kami sampaikan ya, pembangunan SMA dan SMK di Karawang ditunda pembangunannya 2026 disebabkan karena area tanah untuk pembangunannya merupakan area persawahan dan memilki potensi banjir," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi.
Lebih lanjut, Dedi juga mengatakan bahwa penundaan ini akan dilaksanakan sampai ditemukannya lokasi yang strategis dan memenuhi persyaratan.
"Untuk itu kami menundanya sampai tersedianya lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana," sambungnya.
Ia juga akan segera berkoordinasi dengan Bupati Karawang untuk mencari solusi dari persoalan tersebut agar proses pembangunan sekolah menengah atas dan kejuruan di salah satu wilayah Jabar ini bisa segera terealisasikan.
Menurutnya, lokasi untuk pembangunan sekolah tersebut harus memiliki lahan yang aman, dan mudah dijangkau oleh siswa yang akan menjadi peserta didik di dalamnya.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih, semoga dalam waktu dekat pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bicara dengan bupati, untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman, dan terjangkau oleh siswa yang akan menjadi peserta didik di sekolah," pungkas Dedi Mulyadi.***
Editor : Asep Suhendar