RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78.
Sebelum memulai sambutannya, Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi beserta jajarannya.
"Bupati saya mohon maaf saya terlambat kurang lebih 1 jam karena saya biasa jam 5.00 pagi sudah jalan," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, dirinya kerap menyelesaikan berbagai problem yang terlihat.
Ia mengungkapkan, saat pagi orang mengalami depresi di sebuah daerah yang menuju industri.
"Di mana depresinya? Orang mau pergi ke pabrik, orang mau pergi ke kantor, orang mau pergi ke sekolah, di jalan harus bertarung dengan kontainer besar,' jelas Dedi Mulyadi.
Ia menjelaskan, tekanan atau stres terjadi pada para pegawai dan anak sekolah.
Baca Juga: Ruas Jalan di Gunung Sindur Rusak, Warga Minta Penanganan Pemkab Bogor
"Sehingga saya tadi langsung telepon Dirlantas, bisa enggak di daerah seluruh provinsi Jawa Barat kontainer mobil sumbu tiga itu diatur," lanjut Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi meminta, pada saat jam pagi menuju sekolah atau pabrik, kendaraan kontainer sumbu tiga tidak memasuki lintasan atau jalan.
"Kenapa? agar membangun sebuah daerah di mana masyarakatnya bisa refesh menuju tempat kerja," ungkapnya.
Gubernur Jawa Barat mengklaim, sulit mencapai keberhasilan di sekolah atau tempat kerja karena stres.
"Di rumahnya sudah stres, di jalan sudah stres, di tempat kerja sudah stres, di sekolah sudah stres," tambahnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, bisa menyebabkan lahirnya sebuah komunitas masyarakat, termasuk pemimpin dan rakyat yang stres.
Editor : Siti Dewi Yanti