RADAR BOGOR - Persoalan pengelolaan sampah menjadi pembahasan dalam reses Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, di Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
Isu pengelolaan sampah dan kondisi drainase lingkungan menjadi perhatian utama warga.
Dalam reses tersebut, sejumlah emak emak tampil paling aktif dalam menyampaikan keluhan serta masukan terkait persoalan kebersihan dan tingginya retribusi sampah di Kota Depok.
Baca Juga: Update Saldo Masuk KKS PKH BPNT Tahap 2: Bank BSI Sudah Mulai Cairkan, Bank Lain Tunggu Giliran
Warga menilai sistem pengelolaan sampah saat ini di Kota Depok masih belum berjalan optimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Siswanto mengatakan, kritik dan masukan masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang harus dijadikan bahan evaluasi bersama oleh Pemkot Depok.
Ia menilai, aspirasi masyarakat soal sampah ini sangat penting. Kata dia, ini bukti warga peduli dan ingin melihat pengelolaan sampah di Kota Depok berjalan lebih baik dan lebih tertata.
"Jadi persoalan sampah telah menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Depok. Namun menurutnya, penyelesaian masalah sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah semata," katanya kepada Radar Bogor Sabtu 9 Mei 2026.
Politisi PKB itu menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Terlebih dalam membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Kalau masyarakat ingin pelayanan semakin baik dan retribusi lebih ringan, maka kedisiplinan dalam memilah sampah juga harus meningkat. Ini harus berjalan bersamaan,” paparnya.
Baca Juga: Tampil dengan Wajah Baru, Two Stories dan Padre Resmi Beroperasi di Bogor Selatan
Siswanto menjelaskan, pemilahan sampah organik dan nonorganik menjadi langkah mendasar yang dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota.
Ia juga mendorong penguatan kembali bank sampah di lingkungan masyarakat sebagai solusi yang tidak hanya berdampak terhadap kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi warga.
Menurutnya, ke depan bukan tidak mungkin masyarakat yang aktif memilah dan menyetorkan sampah terpilah dapat memperoleh insentif atau pengurangan biaya retribusi.
“Ke depan harus ada sistem yang lebih mendidik. Warga yang disiplin menjaga lingkungan dan memilah sampah perlu diberikan apresiasi. Ini bisa menjadi budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Depok,” tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin