RADAR BOGOR – Aparat kepolisian masih memburu komplotan rampok bersenjata yang diduga menjadi spesialis pembobol minimarket di wilayah Depok.
Aksi para rampok minimarket yang viral di media sosial itu membuat warga Depok resah karena dilakukan dengan ancaman senjata tajam hingga senjata api.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama melalui Kasi Humas AKP Made Budi mengatakan, hingga kini tim kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. rampok minimarket tersebut.
Baca Juga: PPLI Bagikan Hewan Kurban Idul Adha untuk Warga Bogor di 2 Desa
“Kasus perampokan minimarket di Cimanggis masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Mohon doanya agar pelaku segera berhasil kami ungkap,” ujar Made Budi kepada Radar Bogor, Kamis, 28 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, komplotan tersebut diduga berjumlah empat orang. Dua pelaku masuk ke dalam minimarket untuk beraksi, sementara dua lainnya berjaga di luar lokasi.
“Dua orang masuk ke dalam minimarket, sedangkan dua lainnya berjaga di luar,” jelasnya.
Polisi juga tengah berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Timur untuk mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus perampokan serupa yang terjadi di wilayah lain.
“Kami sedang mencocokkan apakah ada pola atau kesamaan dengan kasus di Jakarta Timur,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengungkapkan kronologi aksi perampokan yang terjadi saat minimarket hendak tutup operasional.
Saat itu, dua pegawai minimarket bernama Nia dan Devika sedang menutup rolling door. Tiba-tiba, dua pelaku masuk dan langsung menodongkan golok serta senjata api kepada korban.
“Ada pelaku yang menodongkan golok dan juga senjata api,” ungkap Jupriono.
Para pelaku kemudian memaksa pegawai menyerahkan kunci brankas sebelum menguras uang setoran dan mengambil seluruh rokok yang berada di etalase toko.
Baca Juga: Bergerak Cepat, Kapolsek Beberkan Kronologis Pembegalan di Tenjo Bogor hingga 1 Pelaku Ditangkap
“Pelaku membawa kabur uang di brankas serta seluruh rokok di etalase. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp30,2 juta,” katanya.
Setelah pelaku melarikan diri, pegawai minimarket langsung menghubungi kepala toko dan melapor ke layanan darurat 110. Polisi dari Polsek Cimanggis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus memburu para pelaku dan mendalami kemungkinan adanya jaringan perampok minimarket yang beroperasi lintas wilayah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga