RADAR BOGOR - Suasana penuh keakraban mewarnai kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah agenda bersama Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kabupaten Garut.
Di hadapan para tamu undangan, KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi) tak hanya menyampaikan pandangan mengenai pentingnya peran Muhammadiyah bagi Indonesia, tetapi juga melontarkan sejumlah candaan yang mengundang gelak tawa peserta.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kehadirannya di tengah keluarga besar Muhammadiyah membawa banyak makna.
Baca Juga: Selamat Bansos Tambahan Rp5 Juta Cair di 114 Wilayah, Cek Rinciannya
Menurut KDM, Muhammadiyah merupakan organisasi yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa, terutama melalui kiprah organisasi perempuan 'Aisyiyah.
Dakwah Muhammadiyah Dinilai Melampaui Mimbar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai, dakwah Muhammadiyah tidak hanya dilakukan melalui ceramah di mimbar, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata melalui pembangunan sumber daya manusia.
Menurut KDM, Muhammadiyah memahami dakwah sebagai upaya menghadirkan "cahaya" bagi masyarakat Indonesia melalui pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelosok desa hingga perkotaan.
"Gerakan dakwah Muhammadiyah adalah gerakan menghilangkan berbagai bentuk kebutaan. Bukan hanya buta aksara dan buta bahasa, tetapi juga buta hati," ujar Dedi Mulyadi.
KDM menambahkan, sejak masa awal berdirinya Indonesia, Muhammadiyah telah menjadi pelopor pendidikan formal yang melahirkan banyak sumber daya manusia berkualitas.
"Kontribusinya sangat besar terhadap lahirnya teknokrat, birokrat, pengelola pemerintahan, pengelola keuangan hingga tokoh politik yang ikut membangun Indonesia. Di dalamnya tentu ada peran besar kader-kader 'Aisyiyah," katanya.
Disinggung Jadi Keluarga Besar Muhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, KDM mengungkapkan dirinya mendapat doa agar suatu saat menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Candaan pun langsung dilontarkannya.
"Amin. Dari namanya saja sudah jelas KDM itu Kang Dedi Muhammadiyah," ucapnya yang langsung disambut tawa hadirin.
Baca Juga: Stasiun Gambir Bakal Terintegrasi dengan KRL, Wajah Baru Ditargetkan Rampung Dua Tahun
Ia kemudian kembali berkelakar dengan menyebut kepanjangan lain dari KDM.
"KDM juga bisa berarti Kang Dedi mencari istri di 'Aisyiyah. Siapa tahu mengikuti perjalanan Bung Karno yang saat di Bengkulu bertemu Ibu Fatmawati," katanya.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi bahkan menyebut deretan peserta yang berada di barisan depan sebagai "calon-calon istrinya", sehingga suasana acara semakin cair.
Apresiasi Kelompok Angklung dan Bantuan untuk 'Aisyiyah
Selain memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, KDM juga mengaku terkesan dengan penampilan kelompok angklung yang tampil dalam acara tersebut.
Ia pun langsung mengumumkan, bantuan sebesar Rp20 juta untuk kelompok angklung serta Rp100 juta bagi organisasi 'Aisyiyah.
Menurut Dedi Mulyadi, bantuan tersebut tidak perlu menunggu proses hibah melalui APBD karena berasal dari dana pribadinya.
Minta Didoakan Tetap Duda hingga 2029
Bagian penutup sambutan Dedi Mulyadi kembali mengundang tawa peserta.
Dengan nada bercanda, ia meminta doa agar tetap menyandang status duda hingga masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat berakhir pada 2029.
"Doakan saja saya tidak punya istri sampai 2029. Kalau sudah punya istri nanti setiap saya menyumbang, di rumah malah dimarahi karena uangnya terus dibagi-bagi," ujar KDM yang kembali disambut gelak tawa para tamu undangan.
Baca Juga: KPM Wajib Tahu! Instruksi Terbaru KPM Bansos PKH dan BPNT Jelang Juli 2026
Candaan tersebut menjadi pencair pidato Dedi Mulyadi yang sejak awal dipenuhi pesan mengenai pentingnya pendidikan, dakwah melalui aksi nyata, serta apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam pembangunan bangsa. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim