RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan persoalan sosial di Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan.
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), akar masalah yang dialami anak-anak dan remaja harus diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan berbagai organisasi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan bersama Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kabupaten Garut.
Program Barak Militer Dinilai Efektif, tetapi Masih Ada PR
Dalam sambutannya, KDM menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menangani berbagai persoalan generasi muda, termasuk aksi tawuran yang selama ini menjadi perhatian.
Baca Juga: Dilirik Banyak Klub Serie A, Federico Chiesa Pilih Bertahan di Liverpool
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembinaan melalui program barak militer bagi remaja yang terlibat kenakalan.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, program tersebut menunjukkan hasil positif.
Namun, setelah proses pembinaan selesai, pemerintah menemukan persoalan lain yang lebih mendasar.
KDM mengisahkan, pengalamannya bertemu seorang anak yang menangis karena tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang menjemput setelah mengikuti pembinaan.
"Ketika ditanya mengapa tidak dijemput, anak itu mengaku kedua orang tuanya telah berpisah dan merasa sudah tidak lagi diperhatikan," ungkap Dedi Mulyadi.
Pengalaman tersebut, lanjut KDM, menjadi gambaran bahwa banyak persoalan sosial berawal dari rapuhnya kondisi keluarga.
Soroti Anak yang Kehilangan Pendampingan
Selain persoalan tawuran, Dedi Mulyadi juga menyinggung masih adanya generasi muda yang menghadapi berbagai persoalan sosial dan membutuhkan pendampingan.
Ia menilai, kelompok-kelompok yang mengalami keterasingan, termasuk remaja yang hidup dengan HIV maupun mereka yang memiliki orientasi sesama jenis, memerlukan pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, pembinaan, dan penyelesaian akar persoalan.
Baca Juga: Intip Saldo Bansos Non PKH-BPNT Cair di 4 Bank Himbara 29 Juni 2026
Menurut KDM, langkah dakwah harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan yang nyata, bukan sekadar memberikan penilaian terhadap kondisi mereka.
"Yang harus kita selesaikan adalah persoalannya. Banyak di antara mereka yang tumbuh dengan kekurangan kasih sayang dan perhatian," kata Dedi Mulyadi.
Ajak Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Bergerak Bersama
Dedi Mulyadi mengajak, seluruh organisasi kemasyarakatan, khususnya Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, mengambil peran lebih besar dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan sosial.
KDM berharap, setiap organisasi dapat berbagi peran sesuai bidangnya sehingga penanganan masalah berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda di Jawa Barat.
"Gerakan ini harus terintegrasi. Semua harus saling berbagi tugas agar persoalan-persoalan sosial benar-benar bisa diselesaikan," tegas Dedi Mulyadi.
KDM menutup sambutannya dengan menegaskan, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga menyangkut upaya membangun kembali kehidupan sosial masyarakat melalui kepedulian, kasih sayang, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim