Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Guru Mengajar, 1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke 364 Sekolah di Jawa Barat

Yosep Awaludin • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama mahasiswa UPI yang akan diterjunkan ke berbagai sekolah di Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama mahasiswa UPI yang akan diterjunkan ke berbagai sekolah di Jabar.

RADAR BOGOR – Sebanyak 1.147 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi diterjunkan ke berbagai sekolah di Jawa Barat melalui program Penguatan Profesional Bidang Pendidikan (Probidik) Gema Jabar.

Selama enam bulan ke depan, para mahasiswa akan menjalani praktik mengajar di 364 satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di daerah.

Program hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan UPI tersebut menempatkan mahasiswa di 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB.

Kegiatan ini memiliki bobot akademik sebesar 20 SKS dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung.

Selama menjalankan tugas di sekolah, para peserta akan memperoleh pendampingan dari dosen pembimbing UPI serta guru pamong yang ditunjuk oleh masing-masing sekolah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, Probidik Gema Jabar tidak hanya menjadi sarana menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membangun kepedulian dan kemampuan mahasiswa dalam mendidik generasi muda.

Baca Juga: Wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi Diincar Manchester City, Siap Ditebus dengan Harga Fantastis

"Manfaatkan enam bulan ini untuk belajar menjadi pendidik yang sesungguhnya. Mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan, memahami karakter peserta didik, serta menumbuhkan kepedulian terhadap mereka," ujar Dedi Mulyadi saat berdialog dengan mahasiswa, Senin 13 Juli 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut juga harus membuka wawasan mahasiswa mengenai kondisi pendidikan di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk daerah pedesaan.

"Jangan hanya mengenal Bandung. Jawa Barat memiliki wilayah yang sangat luas dan masih banyak anak-anak di desa maupun perkampungan yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan. Pengalaman ini akan memperkaya perspektif kalian sebagai calon guru," katanya.

Dedi juga berpesan agar para mahasiswa tidak ragu apabila suatu saat mendapat penempatan mengajar di wilayah terpencil setelah lulus nanti.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti Probidik dapat menjadi bekal untuk mengabdi di mana pun dibutuhkan.

Salah seorang peserta, Andika Darmawan dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, mengaku antusias mengikuti program tersebut karena sejalan dengan cita-citanya menjadi seorang guru.

"Program ini memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk belajar langsung di sekolah. Saya optimistis pengalaman ini akan menjadi bekal ketika nanti banyak guru memasuki masa pensiun dan dibutuhkan tenaga pendidik baru," ujarnya.

Hal senada disampaikan Regina, mahasiswi UPI yang mendapat penugasan di SMK 28 Bandung.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu memberikan pengalaman nyata sebelum benar-benar memasuki dunia pendidikan.

Baca Juga: BKN Siapkan 600 Ribu ASN Jadi Calon Pejabat, Jabatan Sipil Tak Lagi Bergantung pada TNI-Polri

"Saya berharap program ini dapat berlangsung dengan baik dan memberikan banyak pelajaran. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menyebut Probidik Gema Jabar menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat.

Ia mengapresiasi komitmen UPI yang telah menghadirkan program tersebut dan berharap keberadaan mahasiswa di sekolah dapat membantu proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.

"Melalui program ini, hak belajar peserta didik diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh kesempatan mempraktikkan ilmu yang dipelajari di kampus sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang ketika menjadi guru profesional," kata Purwanto. (***)

Editor : Yosep Awaludin
sekolah jawa barat mahasiswa