Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KDM Kesal Pos Keamanan Belum Rampung hingga Parkir Semrawut di SMAN 2 Subang

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB
Gubernur Jawa Barat, KDM (kiri) menegur petugas keamanan SMAN 2 Subang. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, KDM (kiri) menegur petugas keamanan SMAN 2 Subang. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

RADAR BOGOR - Sidak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di SMAN 2 Subang kembali menemukan sejumlah hal yang menjadi sorotan. 

Setelah sebelumnya menilai kebersihan dan kedisiplinan sekolah masih perlu dibenahi, kali ini Dedi Mulyadi menegur sistem pengamanan dan penataan parkir di lingkungan sekolah yang dinilainya belum tertib.

Mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan ikat kepala khasnya, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM memulai peninjauan dari area pos keamanan sekolah. 

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kritisi Manajemen SMAN 2 Subang

Saat berdialog dengan petugas keamanan, KDM kesal saat mengetahui pembangunan pos security masih belum rampung.

KDM Pertanyakan Pengawasan Petugas Keamanan

Dalam perbincangan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanyakan progres pembangunan pos keamanan dan memastikan masih ada pekerja yang menyelesaikan proyek tersebut.

Namun, perhatian Dedi Mulyadi kemudian beralih ke sebuah mobil Honda Jazz berwarna putih yang terparkir di lokasi yang dinilai tidak semestinya.

Baca Juga: Sidak SMAN 2 Subang, Gubernur KDM Geram Gerbang Masih Terbuka Pukul 07.00

KDM langsung menanyakan kepada petugas keamanan mengenai pemilik kendaraan tersebut.

Petugas menjelaskan, mobil itu milik orang tua siswa kelas 10 yang sedang mengantar anaknya ke sekolah.

Soroti Disiplin Parkir di Lingkungan Sekolah

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mempertanyakan mengapa kendaraan tersebut tidak diarahkan ke area parkir yang telah disediakan.

Petugas keamanan mengaku saat itu sedang mengatur arus lalu lintas di depan sekolah sekaligus membantu penyeberangan siswa, sehingga kendaraan tersebut terlanjur masuk tanpa sempat diarahkan.

Penjelasan itu belum memuaskan Dedi Mulyadi. 

Menurutnya, petugas keamanan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kendaraan mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan sekolah.

Ia juga mempertanyakan apakah lokasi parkir telah diberi penanda yang jelas agar orang tua siswa mengetahui tempat yang diperbolehkan untuk memarkir kendaraan.

"Sekolah Cermin Peradaban"

Dalam arahannya, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat menegaskan, sekolah harus menjadi contoh dalam penerapan budaya disiplin, termasuk dalam hal pengelolaan lalu lintas dan parkir.

Menurut KDM, lingkungan sekolah yang tertata akan mencerminkan kualitas manajemen serta karakter yang dibangun di dalamnya.

Baca Juga: Vertikal Garden Ditambah, Cegah Warga Buang Sampah di Kali Baru Cibinong Bogor

"Sekolah adalah cermin peradaban. Kalau sekolahnya berantakan, lingkungannya juga akan berantakan," tegas Dedi Mulyadi.

KDM kemudian meminta pihak sekolah memanggil pemilik kendaraan untuk diberikan penjelasan mengenai aturan parkir yang berlaku di lingkungan sekolah.

Minta SOP Keamanan Dijalankan Secara Konsisten

Selain menyoroti kendaraan yang parkir sembarangan, Dedi juga meminta sekolah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) bagi petugas keamanan.

Baca Juga: Gubernur KDM Buka-bukaan Soal Ide Awal SPP SMA-SMK di Jawa Barat

Menurut KDM, sistem pengamanan yang baik tidak hanya berfungsi menjaga keamanan sekolah, tetapi juga memastikan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan seluruh warga sekolah.

Sidak tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun budaya disiplin di lingkungan pendidikan. 

Dedi Mulyadi berharap, setiap sekolah mampu menerapkan tata kelola yang baik, mulai dari kebersihan, kedisiplinan, hingga pengaturan parkir, sehingga tercipta lingkungan belajar yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
dedi mulyadi SMAN 2 Subang KDM gubernur jawa barat