Dari 15 Kambing, Kelompok Tani Cipicung Bangun Ekosistem Pertanian dan Peternakan Berkelanj

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:35 WIB
Peternakan kambing milik Kelompok Tani Cipicung di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. 
Peternakan kambing milik Kelompok Tani Cipicung di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. 

RADAR BOGOR — Sebanyak 15 ekor kambing menjadi awal pengembangan usaha terpadu yang kini dijalankan Kelompok Tani Cipicung di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Peternakan tersebut tidak hanya membuka peluang pendapatan baru, tetapi juga membentuk sistem pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik dan kebun sebagai sumber pakan.

Program yang mulai dikembangkan sejak 2025 bersama Star Energy Geothermal Salak Ltd. (Star Energy Geothermal) itu menghubungkan kegiatan peternakan dengan sektor pertanian yang selama ini menjadi mata pencaharian utama anggota kelompok.

Melalui pola tersebut, sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Rumput untuk pakan kambing ditanam secara mandiri dengan sistem tumpang sari di sela tanaman buah, sementara kotoran ternak diolah dan dikembalikan ke lahan pertanian dalam bentuk pupuk organik.

Hingga saat ini, Kelompok Tani Cipicung telah memproduksi sekitar 3,4 ton pupuk organik padat.

Baca Juga: Nama KPM Validasi Mulai Keluar, Cek Status SPM untuk Bansos PKH BPNT Tahap 3

Selain itu, tiga kambing betina yang dipelihara telah berkembang biak dan melahirkan empat ekor anakan.

Ketua Kelompok Tani Cipicung, Apri, mengatakan program peternakan tersebut memberikan manfaat yang tidak hanya terbatas pada potensi penjualan kambing.

Menurutnya, keberadaan ternak dapat mendukung kegiatan pertanian karena limbah kotoran kambing masih memiliki nilai manfaat bagi lahan yang dikelola anggota kelompok.

“Program ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi kelompok kami. Kambing yang dipelihara bisa dikembangkan sebagai sumber penghasilan, sementara kotorannya dapat diolah menjadi pupuk untuk digunakan kembali di lahan pertanian. Jadi, sumber daya yang kami miliki bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujar Apri.

Dari Kebun untuk Ternak, dari Ternak Kembali ke Kebun

Kelompok Tani Cipicung saat ini memiliki 40 anggota yang aktif menjalankan kegiatan pertanian, perkebunan, hingga peternakan.

Beragam komoditas dikelola oleh anggota kelompok, mulai dari jeruk, cengkeh, pala, hingga pisang.

Komoditas pisang menjadi salah satu sumber pendapatan rutin karena memiliki siklus panen sekitar setiap 15 hari.

Penggabungan antara sektor pertanian dan peternakan membuat pemanfaatan sumber daya di tingkat kelompok menjadi lebih efisien.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan kambing, anggota menanam rumput menggunakan sistem tumpang sari di bawah atau di sela tanaman buah yang berada di area perkebunan.

Pola tersebut memungkinkan anggota merawat tanaman perkebunan sekaligus menyediakan pakan ternak dalam satu kegiatan.

Baca Juga: Program Graduasi Bansos, Kesempatan KPM PKH dan BPNT Naik Kelas dengan Bantuan Lebih Besar

Dengan demikian, kebutuhan pakan kambing dapat dipenuhi secara mandiri dari lahan yang telah dikelola oleh anggota kelompok.

Di sisi lain, kotoran kambing yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah justru dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.

Sejak November 2025, kelompok telah mengolah kotoran ternak menjadi sekitar 3,4 ton pupuk organik padat.

Pupuk tersebut kemudian dibagikan dan dimanfaatkan kembali oleh anggota untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.

Apri menjelaskan, sistem tersebut membuat manfaat peternakan tidak berhenti pada nilai ekonomi dari penjualan ternak.

“Kini manfaat yang kami rasakan bukan hanya dari kambing yang dipelihara. Kotorannya juga dapat kami olah menjadi pupuk, kemudian pupuk tersebut digunakan lagi untuk tanaman milik anggota. Artinya, kegiatan peternakan juga ikut menopang pertanian yang kami jalankan,” ungkapnya.

Pola tersebut membentuk sebuah siklus sederhana di lingkungan Kelompok Tani Cipicung.

Kebun menyediakan rumput sebagai pakan bagi ternak, kemudian ternak menghasilkan kotoran yang diolah menjadi pupuk untuk dikembalikan ke kebun.

Sementara itu, pertumbuhan populasi kambing juga memberikan peluang tambahan bagi anggota untuk memperoleh pendapatan.

Peternakan Dikelola Bersama untuk Perkuat Ekonomi Anggota

Pengelolaan peternakan di Kelompok Tani Cipicung dilakukan secara kolektif. Setidaknya dua anggota kelompok mendapat tugas setiap hari untuk melakukan perawatan terhadap kambing.

Baca Juga: Heboh! Penerima Bansos Terdeteksi Game Online Terlarang Padahal Tak Punya HP, Ini Penjelasannya

Perkembangbiakan ternak juga menjadi bagian dari strategi pengembangan aset kelompok.

Empat ekor anakan kambing yang telah lahir direncanakan untuk dijual menjelang Idul Adha.

Hasil penjualan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi kelompok dan para anggotanya.

Dalam pengelolaan usaha, Kelompok Tani Cipicung menerapkan sistem bagi hasil agar manfaat ekonomi dapat dirasakan bersama, sekaligus menjaga keberlanjutan modal usaha.

Sebanyak 60 persen pendapatan dibagikan kepada anggota sebagai insentif. Sementara 40 persen lainnya dimasukkan ke dalam kas kelompok untuk mendukung pengembangan usaha pada tahap berikutnya.

Melalui mekanisme tersebut, kegiatan peternakan tidak hanya memberikan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan modal yang dapat digunakan untuk memperbesar kapasitas usaha kelompok.

Kolaborasi antara Star Energy Geothermal dan Kelompok Tani Cipicung sendiri diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam membangun sumber penghidupan yang dapat dikelola secara mandiri.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai pihak yang berperan langsung dalam mengelola aset, menjalankan usaha, serta menentukan pemanfaatan hasil ekonomi yang diperoleh.

Melalui integrasi antara pertanian dan peternakan, program yang berawal dari 15 ekor kambing kini berkembang menjadi sistem usaha terpadu di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Pendaftaran Penerima Bansos Diperpanjang, Ini Cara Daftar Lewat Perlinsos

Kegiatan tersebut menghasilkan peluang pendapatan, menyediakan pupuk organik bagi lahan pertanian, memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih optimal, sekaligus membangun modal untuk mendukung pertumbuhan usaha pada masa mendatang.

Dari kebun yang menyediakan pakan hingga ternak yang menghasilkan pupuk untuk dikembalikan ke lahan, Kelompok Tani Cipicung kini membangun ekosistem usaha sederhana yang saling terhubung dan berkelanjutan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
sukabumi kelompok tani kambing