RADAR BOGOR - Warga di wilayah Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh getaran gempa bumi tektonik yang terjadi pada Kamis, 3 September 2026, menjelang siang.
Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 11.24.22 WIB.
Meski berkekuatan relatif kecil, getarannya sempat dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Isu OTT KPK Memanas, M-ONE Institute Minta Pemkab Bogor Waspada Propaganda
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M 2,3.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto mengatakan, episenter gempa berada di koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,60 derajat Bujur Timur.
“Lokasi episenter berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, Jawa Barat, dengan kedalaman tiga kilometer,” kata Hartanto dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Bogor.
Gempa Dangkal Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Lokasi pusat gempa yang berada di daratan serta kedalamannya yang sangat dangkal menjadi petunjuk penting mengenai penyebab gempa tersebut.
BMKG menyimpulkan gempa Kabupaten Sukabumi ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
Kondisi tersebut membuat getaran gempa lebih mungkin dirasakan masyarakat di sekitar wilayah episenter, meskipun magnitudonya tidak tergolong besar.
Laporan yang diterima BMKG menyebutkan gempa dirasakan di Kabandungan dengan Skala Intensitas II MMI.
Pada skala tersebut, getaran umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat terlihat bergoyang akibat getaran.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
Kabar mengenai kerusakan bangunan menjadi perhatian setelah gempa dirasakan warga.
Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ratusan Sopir Angkot Mogok Operasi, Geruduk Balai Kota Bogor Bawa 7 Tuntutan
Hingga pukul 11.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum mendeteksi adanya gempa bumi susulan.
Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap informasi kebencanaan dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai gempa bumi, BMKG mengingatkan masyarakat agar mengakses kanal resmi lembaga tersebut, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, serta aplikasi dan kanal informasi resmi BMKG lainnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim