KDM Perintahkan 1 Ton Kayu Diturunkan dari Truk

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 19:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur sopir truk yang membawa muatan melebihi kapasitas di Garut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur sopir truk yang membawa muatan melebihi kapasitas di Garut.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyoroti persoalan truk bermuatan berlebih yang melintas di jalan provinsi. 

Kali ini, perhatian Kang Dedi Mulyadi (KDM) tertuju pada sebuah truk pengangkut kayu glondongan saat dirinya tengah melintas menggunakan sepeda motor di Kabupaten Garut.

Ya, KDM langsung berbincang dengan sopir truk di pinggir jalan. 

Baca Juga: Kantornya Digeledah Polda Metro Jaya, Ini Penjelasan BPN Kabupaten Bogor

Ia kemudian memberikan nasihat mengenai bahaya membawa muatan kayu dalam jumlah berlebihan, terutama terhadap kondisi jalan yang dilalui.

Tak hanya menegur, KDM meminta sebagian kayu yang diangkut diturunkan langsung di lokasi.

KDM Minta 1 Ton Kayu Diturunkan

Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi meminta, muatan kayu dikurangi sekitar 1 ton. 

Menurut KDM, tindakan itu bukan sekadar teguran kepada satu pengemudi. 

Ia ingin kejadian tersebut, menjadi pelajaran bagi pengemudi dan pemilik usaha angkutan lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

“Turunkan 1 ton. Ya, saya yang menyuruh. Mana, turunkan,” ujar Dedi Mulyadi.

KDM kemudian menegaskan, kendaraan dengan muatan berlebih tidak boleh terus dibiarkan melintas di jalan provinsi.

Jadi Pelajaran agar Truk Lain Tak Ikut Melanggar

Dedi Mulyadi menilai, penanganan persoalan kendaraan bermuatan berlebih membutuhkan ketegasan dari berbagai pihak. 

Menurutnya, pemerintah, masyarakat, dan pengusaha sama-sama memiliki tanggung jawab dalam menjaga kondisi infrastruktur.

Ia pun menyampaikan, teguran dengan gaya khasnya kepada pihak-pihak yang dinilai tidak tertib dalam menggunakan jalan.

Baca Juga: Sherly Tjoanda Jelaskan Cara Daftar Bansos Lewat Portal Perlinsos

“Nya teu baraleg masyarakatna gé, pengusahana teu bener,” kata KDM.

Setelah sejumlah muatan diturunkan, KDM menyebut langkah tersebut sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali dilakukan.

“Ini pembelajaran untuk yang lain, nanti tidak boleh ngikutin lagi,” tegasnya.

Langkah Dedi Mulyadi menghentikan truk dan meminta muatannya dikurangi menjadi perhatian tersendiri. 

Pesannya jelas, kendaraan angkutan harus memperhatikan batas muatan agar tidak membebani jalan dan menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
dedi mulyadi KDM gubernur jawa barat garut