RADAR BOGOR - Warga terdampak bencana di Kabupaten Bogor harap bersabar.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak punya anggaran untuk memberikan bantuan rehabilitasi rumah terdampak bencana di sepanjang tahun 2024.
Meski tidak menyebut jumlah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Teuku Mulya menyebut ada ribuan laporan rumah terdampak bencana di Kabuparen Bogor.
Baik itu angin kencang, longsor, hingga banjir.
"Bahkan ada rumah - rumah terdampak bencana tahun lalu yang belum tercover anggaran BTT (Biaya Tidak Terduga) sampai saat ini," ungkapnya kepada Radar Bogor, Kamis (5/12).
Teuku Mulya menyebut bahwa anggaran BTT Tahun 2024 dari APBD Kabupaten Bogor untuk tanggap bencana sudah tidak tersedia.
Dari total Rp 21 miliar yang pihaknya ajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), hanya sekitar Rp 3 miliar yang tersisa untuk bantuan rehabilitasi rumah.
"Sementara semua kecamatan mengalami bencana, sehingga dari yang tersisa Rp 3 miliar itu, kami harus salurkan berdasarkan skala prioritas," katanya.
Sementara, lanjut Teuku Mulya, semua warga terdampak bencana ingin segera mendapat bantuan rehabilitasi rumah.
DPKPP pun hanya bisa melaksanakan tugasnya secara prosuder dengan melakukan asesmen ke lapangan, mencatat dampak kerusakan mulai dari ringan, sedang hingga rusak berat.
Terlebih, Pemkab Bogor tidak punya sumber anggaran lain untuk bantuan rehabilitasi rumah terdampak bencana selain dari anggatan BTT.
"Tidak ada lagi selain BTT, sementara BTT itu bukan hanya untuk bantuan bencana atau kedaruratan, namun juga untuk pengembalian pajak, bantuan sosial tidak terencana, bayar hutang dan lain sebagainya," tukas Teuku Mulya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga