Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jawa Barat Terbanyak Tunasusila, Lokalisasi di Kemang Bogor Tetap Eksis, Satpol PP Sebut Ada yang Membekingi

Arif Al Fajar • Jumat, 14 Februari 2025 | 10:11 WIB
Jalanan di Bogor yang diduga masih tunasusila.
Jalanan di Bogor yang diduga masih tunasusila.

RADAR BOGOR - Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah tunasusila terbanyak. Di Bogor, ada lokalisasi yang masih tetap eksis hingga saat ini. Lokasinya di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Eksisnya lokalisasi di Kemang, Kabupaten Bogor tidak terlepas dari adanya bekingan terhadap bisnis itu di sana.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Anwar Anggana. Kepada Radar Bogor ia mengatakan, razia tunasusila di Kabupaten Bogor termasuk Kemang kerap bocor. Tidak sedikit pula ada oknum yang seakan melindungi mereka.

"Ada beberapa pihak yang melindungi mereka, untuk itu diperlukan strategi khusus," katanya kepada Radar Bogor Jumat (14/2/2025).

Ia menegaskan, wilayah Kemang, Kabupaten Bogor menjadi target berikutnya satpol PP Kabupaten Bogor.

Saat ini pihaknya sedang menyusun strategi agar opersi berjalan dengan baik. Sehingga mampu menangkap banyak tunasusila berikut germonya.

"Jadi jangan sampai ketika kami melakukan operasi, tidak mendapatkan apa-apa karena mereka (Tunawiswa dan germo) sudah diinformasikan boleh pihak tertentu," tukasnya.

Diberitakan Radar Bogor sebelumnya, BPS mencatat bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan tempat tunasusila terbanyak se-Indonesia.

Dalam survei yang dilakukan pada 2024, BPS mencatat ada 79 desa/kelurahan di 19 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokasi PSK atau tempat mangkal.

Di Kabupaten Bogor ada dua lokasi yang menjadi lokasi mangkal para tunasusila. Salah satunya di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Lokalisasi di sana sudah tumbuh sejak puluhan tahun silam. Banyak gang-gang di sana menjadi tempat mangkal para tunasusila.

Rumah kamar-kamar kontrakan menjadi tempat ekseskusi. Hingga hotel dns penginapan menjadi tempat mereka bertransaksi.

Setiap malam wanita tunasusila berdiri di warung-warung yang berada di pinggir Jalan Raya Kemang. Ada juga yang menjajakan diri secara online melalui aplikasi. Juga berkedok panti pijat.

Danru Satpol PP Kecamatan Narman mengatakan, sudah sering Satpol PP Kecamatan Kemang melakukan razia terhadap wanita tunasusila di Kemang.

Namun, karena tidak adanya balai sosial yang menampung, sehingga wanita tunasusila yang terjaring razia hanya bisa dilakukan pendataan. Kemudian dilepas kembali. "Itu kendalanya," katanya kepada Radar Bogor.

Ia memaparkan, sering kali menangkap wanita tunasusila di Kemang, Kabupaten Bogor. Sering pula yang ditangkap merupakan wanita tunasusila yang sudah sering ditangkap oleh dirinya.  "Jadi yang ditangkap kadang perempuan yang sama," paparnya.

Para tunasusila yang sering terjaring razia kata dia selalu melontarkan alasan yang sama. Yakni faktor ekonomi.

Pengangguran, menjadikan alasan mereka kembali menjajakan diri sebagai wanita tunasusila. "Kalau ketangkap lagi, selalu alasannya, kebutuhan," tuturnya.

Untuk diketahui, dalam data BPS, 79 desa atau kelurahan dengan keberadaan tunasusila, tersebar di 19 Kabupaten dan Kota dengan lokasi terbanyak berada di Kabupaten Bekasi yakni 17 lokasi, Kabupaten Indramayu 13 lokasi, Kabupaten Subang 7 lokasi.

Kemudian Kabupaten Cirebon, Karawang dan Kota Bandung 6 lokasi; Kabupaten Sumedang 5 lokasi, Kabupaten Bandung dan Kota Bekasi 3 lokasi, lalu Kabupaten Bogor, Garut dan Majalengka 2 lokasi. (all)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kemang #tunasusila #lokalisasi