RADAR BOGOR - Paska dilakukan pembongkaran Hibisc Puncak Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan penghijauan di areal objek wisata.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau proses penghijauan tersebut dengan melakukan kunjungan dan bertemu dengan mantan pekerja.
Diketahui, mantan karyawan Hibisc Puncak Bogor diperkerjakan kembali untuk menaman dan menjaga pohon agar areal menjadi asri seperti sedia kala.
Namun, saat tengah melakukan penanaman pohon, salah seorang mantan pekerja mendatangi Dedi Mulyadi menuntut janji kompesansi.
Ia menuntut janji kompensasi yang pernah dilontarkan Gubernur Jawa Barat saat melakukan pembongkaran.
"Di awal Bapak bongkar, ada statement jika semua yang bekerja di sini termasuk proyek dapat kompensasi dari Bapak," sebut pekerja tersebut.
Saat ditanya sudah mulai kerja atau belum, pekerja tersebut mengatakan, dirinya sudah daftar namun belum mulai bekerja.
Dedi menyampaikan agar data mantan pekerja diserahkan ke Sekda, namun pria tersebut tetap kekeuh untuk menanyakan soal janji kompensasi yang akan diterima.
"Saya mah hanya meneruskan keinginan teman-teman soal kompensasi," lanjutnya.
Dedi memaparkan, kompensasi akan diberikan saat mulai bekerja sejak awal pembongkaran.
"Iya, kompensasi tapi engga kerja. Kan dihitung ngerti engga? Dihitung dari awal pembongkaran dihitung kerja. Sekarang dikasih tapi kerja," tuturnya.
Tidak puas dengan penjelasan Gubernur Jawa Barat, pekerja tersebut menanyakan mekanisme agar mendapatkan kompensasi.
"Yang kami tangkap di video, pekerja dirumahin ada kompensasi dari Bapak, mekanismenya," katanya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, kompensasi tanpa bekerja tidak bisa dilakukan karena bisa mengundang pekerja lainnya iri.
"Tapi nanti pada syirik sama yang kerja lainnya. Itu sebelum ada program, nanti pada syirik. Dia dapet uang tapi engga kerja," tambahnya.
Soal kompesansi, mantan Bupati Purwakarta ini menyampaikan, kompensasi ada namun harus bekerja dulu.
"Ada, tapi kerja dulu. Sekarang ikutan tanam pohon dulu, nanti uang masuk. Kalau engga tanam pohon engga akan saya kasih uang," ungkapnya.
Masih belum puas, sekumpulan mantan pekerja kembali mendatangi Dedi Mulyadi.
Saat akan memasuki mobil, sekumpulan mantan pekerja Hibisc Puncak Bogor kembali mendatangi Dedi Mulyadi.
"Ini kan saya kasih tahu, bantu saya nanam pohon. Asal mau bantu tanam pohon," ujarnya.
Dedi meminta tanggung jawab moral para pekerja untuk menanama pohon.
"Saya bantu, kompesansi Anda yang menganggur. Tapi saya minta tanggung jawab moral Anda, bantu nanam pohon," tandasnya.
Dedi mempermasalahkan, mantan pekerja yang tetap ingin mendapat kompensasi namun tidak bekerja.
"Anda engga mau bantu tanam satu pohon pun," teriaknya.
Para pekerja tersebut berdalih tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Iya, kita pasti bantu. Di video itu, janjinya hari ini tanggal ini. Engga ada pemberitahuan sebelumnya," dalih pekerja.
Tidak setuju dengan pernyataan para pekerja, Dedi Mulyadi meminta agar tidak usah sok menjadi raja.
"Maksud saya, saya orang sunda, ulah ngamenak, ngerti engga? Saya hanya minta, cuma nanam pohon. Ajakin yang di sini untuk nanam pohon. Ini ongkang-ongkang kaki kayak menak," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti