RADAR BOGOR - Founder Visi Nusantara (Vinus), Yusfitriadi mengungkapkan, masyarakat Kabupaten Bogor dihebohkan dengan informasi pengadaan 6 kendaraan bermerk Jimny di tengah tuntutan efisien bagi semua lembaga pemerintahan, termasuk pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
Namun, kata dia, ternyata pengadaan kendaraan tersebut dilakukan pada tahun 2023 dan selama ini tidak efektif dalam pemanfaatanya.
Bahkan, berkembang informasi kendaraan tersebut ada yang diganti warna pelat nomornya yang seharusnya berwarna merah.
Sehingga, digunakan untuk kepentingan pribadi.
Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan Langkah kongkrit dalam pengelolaan dan penyelamatan asset kendaraan tersebut dengan melabeli menjadi mobil pemerintah yang sangat mencolok dan didistribusikan kepada dinas yang membutuhkan.
Sehingga harapannya, kata dia, tidak ada lagi aset pemerintah daerah yang berbentuk alat transportasi, dimanfaatkan oleh pribadi-pribadi yang berpotensi disalahgunakan, bahkan bukan tidak mungkin akan raib dari catatan inventarisasi aset pemerintah daerah.
Padahal, menurut Yusfitriadi, sangat mungkin banyak dinas lain atau lembaga-lembaga sosial lainnya yang sangat membutuhkan kendaraan tersebut.
"Bagi saya ini adalah langkah kongkrit dan langkah awal yang menarik dari Bupati Rudy Susmanto dalam mengelola dan mengamankan aset pemerintah daerah Kabupaten Bogor," jelasnya.
Sehingga, langkah tersebut perlu mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
"Tentu ini bukan langkah besar dalam mengelola dan mengamankan aset pemerintah yang besar, namun langkah awal ini memberikan harapat terhadap pengelolaan dan pengamanan aset pemerintah daerah yang banyak tersebar di wilayah kabupaten bogor dalam berbagai bentuk, baik kendaraan, bangunan, tanah dan bentuk aset lainnya," paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sangat mungkin ketika diteliti di berbagai lembaga pemerintah yang tersebar di Kabupaten Bogor dari mulai tingkat desa sampai pemerintah daerah sudah banyak aset pemerintah yang sudah berpindah tangan, atau dalam penguasaan pihak lain, atau juga terbengkalai tidak produktif.
Padahal, banyak sekali pihak-pihak lain yang membutuhkan aset tersebut untuk bisa menjadi lebih produktif, efektif dan efisien.
Aset tanah pemerintah daerah misalnya, sambung Yusfitradi, informasi banyak yang menyebutkan tidak sedikit yang sudah dimiliki oleh orang per orang, dikuasai oleh perusahaan, HGU dan HGB yang sudah tidak lagi diperpanjang perizinanya, banyak tanah pemerintah daerah yang terbengkalai dan tidak produktif.
"Padahal sangat mungkin banyak masyarakat yang ingin bertani, berkebun, beternak dan sebagainya namun tidak memiliki tanah," kata dia.
Maka, ia menambahkan, alangkah baiknya pemerintah Kabupaten Bogor hadir dalam rangka mengelola dan mengamankan aset pemeritah secara efektif dan efisien.
"Oleh karena itu saya berharap bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi akan mampu mengelola dan mengamankan aset pemeritah dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim