Banjir dan Longsor Terjang Bogor Tiga Orang Meninggal, Bupati Rudy Susmanto Imbau Warga Tetap Waspada
Kholikul Ihsan• Selasa, 8 Juli 2025 | 12:06 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat meninjau lokasi longsor di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
RADAR BOGOR - Kabupaten Bogor diterjang bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Sabtu malam, 5 Juli 2025. Hujan deras yang mengguyur hampir tanpa henti memicu sejumlah titik bencana di 35 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
Bencana kali ini menelan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tercatat 3 orang meninggal dunia, termasuk seorang santri berusia 22 tahun di Megamendung dan dua warga di Cisarua.
Selain itu, satu orang dilaporkan hilang di kawasan Cipayung Girang dan pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Tidak hanya korban jiwa, bencana ini juga membuat 24 warga mengungsi ke lokasi aman, sementara 449 jiwa terdampak langsung.
Puluhan rumah mengalami kerusakan parah, bahkan satu jembatan dilaporkan ambruk akibat terjangan banjir dan longsor.
Kawasan Puncak, seperti Megamendung dan Cisarua, menjadi wilayah yang paling parah terdampak longsor. Sedangkan banjir melanda beberapa titik di wilayah rendah, memperparah kondisi transportasi dan aktivitas masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami sudah mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, dan melakukan evakuasi secepat mungkin, kami juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri tinggal di area rawan,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Sementara itu, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat masih akan terus berlanjut hingga Oktober 2025. Fenomena atmosfer yang aktif sejak akhir Juni memicu pembentukan awan hujan intens, sehingga potensi bencana serupa bisa kembali terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di lereng bukit, tepi sungai, atau daerah rawan longsor.
Langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air, mempersiapkan tas siaga bencana, dan memantau informasi resmi dari BPBD serta BMKG sangat penting dilakukan.
Dengan berbagai upaya penanganan yang tengah dilakukan, diharapkan kondisi di Bogor segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal. Namun, solidaritas dan kesiapsiagaan seluruh pihak tetap dibutuhkan agar dampak bencana tidak semakin meluas.***