Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai Berani Duel Lawan Begal, Ojol Asal Cilendek Bongkar Modus Aksi Pembegalan di Dramaga Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 17 Juli 2025 | 15:29 WIB
Memet Saefullah, Ojol asal Cilendek, Kota Bogor, yang sempat berduel dengan Begal di Dramaga, Kabupaten Bogor.
Memet Saefullah, Ojol asal Cilendek, Kota Bogor, yang sempat berduel dengan Begal di Dramaga, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Modus pembegalan terhadap pengemudi ojek online (ojol) makin beragam. Namun, satu pola yang kerap muncul adalah pelaku begal mengarahkan korban ke lokasi sepi dan gelap tanpa penerangan.

Biasanya, pelaku mulai mengajak ngobrol soal tempat tinggal atau kondisi korban.

Setelah itu, mereka akan minta turun di tempat terpencil dengan alasan tujuan lebih dekat atau sesuai peta.

Hal itu seperti yang belum lama ini dialami oleh Memet Safullah. Pada tanggal 14 Juli 2025 nyawanya nyaris hilang karena aksi bejat begal yang menyamar jadi penumpang Ojol.

“Itu pasti modusnya, selalu begitu. Minta berhenti di tempat yang sepi, gelap, nggak ada lampu," kata pria yang sudah berprofesi ojol sejak tahun 2018.

Kejadian itu menimpa Memet pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mendapat orderan dari Stasiun Bogor menuju Ciherang Petir, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Saat itu tidak ada firasat buruk, meski ia mulai curiga dengan gelagat penumpang yang sempat memperhatikan kondisi motor dan dirinya cukup lama.

“Dia sempat lama naik motor saya. Seperti sedang mengukur, apakah saya bisa ditindak atau tidak,"ujarnya.

Memet tetap mengantar pelaku dengan niat profesional. Apalagi saat itu malam sudah larut dan ia ingin segera menyelesaikan orderannya.

Di perjalanan, pelaku sempat bertanya tempat tinggal Memet. Namun ia hanya menjawab seadanya karena mulai merasa tidak nyaman dengan gelagat pelaku.

“Saya tidak ajak ngobrol lagi. Fokus mempercepat waktu saja," katanya.

Kecurigaan makin kuat ketika sampai di lokasi, pelaku minta diantar lebih dalam ke arah perkampungan yang gelap dan tidak ada penerangan.

Memet tak sempat berpikir lama karena pelaku langsung menyerang. Lehernya dicekik dari belakang, lalu cutter diarahkan ke arah tenggorokan.

“Tangannya satu megang cutter, satu lagi megang leher saya," ungkapnya.

Untungnya, Memet punya pengetahuan soal aksi begal dari media sosial. Ia tahu, biasanya leher jadi sasaran utama.

Sebab bagian tubuh itu disebut Memet paling gampang untuk menghilangkan nyawa seseorang.

“Saya langsung pegang cutter dengan dua tangan. Kalau satu tangan kemungkinan kalah," ujarnya.

Aksi saling berebut senjata pun terjadi selama hampir 25 menit.

Meski sempat dijatuhkan dan dibenturkan ke batu, Memet tak menyerah. Ayah dua anak itu akhirnya berduel dengan pelaku.

“Saya tendang kepalanya, colok matanya, supaya penglihatannya kabur. Saya harus lawan, walau seadanya," tegasnya.

Warga akhirnya datang dan pelaku kabur. Namun, Memet mengalami luka di leher, pinggang, dan jari-jari tangan karena terkena senjata tajam.

“Leher sempat kena. Jari manis kanan dan kiri dijahit, juga kepala kena benturan," ceritanya.

Bagi Memet, keberanian melawan bukan semata demi nyawa sendiri. Ia juga memikirkan keluarganya dan tanggung jawab kepada Sang Pencipta.

“Saya punya anak, saya juga banyak dosa. Saya nggak mau mati dalam keadaan pasrah begitu aja," katanya.

Ternyata ini bukan pengalaman pertama bagi Memet. Ia pernah nyaris jadi korban di wilayah Cisarua namun berhasil lolos dengan akal dan naluri.

“Waktu itu saya pura-pura mau buang air kecil. Terus penumpangnya saya tinggal di jalan," pungkasnya.

Kini, trauma masih membekas. Namun ia berharap kisahnya bisa jadi pelajaran agar sesama pengemudi lebih waspada terhadap berbagai modus begal.(rp1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Alpin.
#driver ojol #korban begal #Dramaga Bogor